15 Nov 2017 13:10
Genjot Sektor Produktif

Penyaluran Kredit Perbankan Capai 33 Triliun

MyPassion
Elyanus Pongsoda

MANADO—Penyaluran kredit perbankan untuk periode Januari hingga Agustus mencapai Rp 33 triliun. Data yang dibeber Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut menunjukan, kredit perbankan naik dari tahun lalu dengan periode yang sama. “Penyaluran kredit perbankan Sulut mencapai Rp 33 triliun. Nilai ini mengalami peningkatan 11,48 persen dibandingkan tahun lalu yaitu Rp 31 triliun,” ungkap Kepala OJK Sulutgomalut Elyanus Pongsoda.

Dia pun berharap, untuk sektor kredit akan terus naik. “Sektor kredit akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih besar lagi,” katanya. Dia menambahkan, penggenjotan sektor kredit agar bisa menyentuh sektor ril yang selama ini belum tersentuh. “Masih banyak sektor riil yang belum disentuh oleh perbankan, dan berusaha masuk didalamnya,” jelas Pongsoda.

Sementara, di sisi perbankan, penyaluran kredit memang menjadi salah satu prioritas. Termasuk Bank BNI. Kepala BNI Wilayah XI Manado Eko Setiawan mengatakan, pihaknya terus menjaga kualitas kredit hingga akhir tahun 2017. “Kami sangat menjaga kualitas kredit, sehingga NPL atau kredit bermasalah kita bisa ditekan,” kata Setiawan.

Dia menjelaskan, NPL masih berada di bawah batas Bank Indonesia. “Kualitas kredit terus dijaga, walaupun pertumbuhan penyaluran kredit cukup kecil tapi bermutu. Apalagi, katanya, BNI memberikan porsi kredit lebih besar kepada sektor produktif ketimbang konsumtif,” ujar Setiawan.

Perbankan, lanjutnya, tidak serta merta melakukan ekspansi kredit cukup tinggi, tapi tetap melihat situasi yang ada.  Dia menjelaskan hingga Oktober 2017, pertumbuhan kredit BNI Manado dikisaran tujuh persen, meskipun terjadi perlambatan namun tetap tumbuh. “Tetap tumbuh. Walau agak lambat, namun sektor penyaluran kredit kita terus membaik,” kata Setiawan. (claudia/fgn)

Kirim Komentar