15 Nov 2017 09:11
Djan: Dikhawatirkan Menimbulkan Keresahan

PPP Muktamar Jakarta Kritik Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan

MyPassion
PPP versi Muktamar Jakarta saat melakukan konferensi pers terkait Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan.

JAKARTA-Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz menilai, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan terhadap Undang-Undang Administrasi Kependudukan  yang mengakomodasi penghayat kepercayaan di kolom agama pada KTP meresahkan masyarakat.

"Aliran kepercayaan tidak dapat disamakan dengan agama. Agama kan punya kitab suci sementara aliran lahir dari budaya masyarakat," kata Djan dalam konferensi pers di Kantor DPP PPP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

Dirinya khawatir nantinya hal tersebut menimbulkan konflik di masyarakat."Putusan MK soal aliran kepercayaan dikhawatirkan menimbulkan keresahan masyarakat dan menyilitkan pemerintah dalam implementasinya," tambahnya.

Lanjut Djan, dengan adanya pengakuan terhadap aliran kepercayaan ini akan menimbulkan tuntutan perlakuan yang sama dari berbagai aliran kepercayaan dan keyakinan, seperti aliran Ahmadiyah serta Syiah yang selama ini menjadi masalah di umat Islam. “Padahal banyak konflik di masyarakat selama ini akibat dari tumbuh suburnya Syiah dan Ahmadiyah yang sangat meresahkan dalam masyarakat khususnya umat Islam,” tegasnya.

Sebelumnya MK mengabulkan permohonan uji materi terkait aturan pengosongan kolom agama pada KTP dan kartu keluarga (KK) yang diajukan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba dan Carlim dengan nomor perkara 97/PUU-XIV/2016.

Kirim Komentar