15 Nov 2017 11:11
Sosok Tegas Namun Rendah Hati

Lotje Kawet, Dekan Fekon Unsrat 2000-2008 Berpulang

MyPassion
MENGENANG: Civitas akademika Unsrat dibawah pimpinan Rektor Prof Ellen Kumaat saat membawakan pujian penghiburan di rumah duka, kemarin (14/11­). Foto: Wailan Montong/MP

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unsrat periode 2000-2008 berpulang. Sifat tegas namun rendah hati dari ibu empat anak ini akan dikenang civitas akademika Unsrat.

Laporan: Wailan Montong, Manado

RUMAH Keluarga Manengkei-Kawet yang berada di Kelurahan Bumi Nyiur Kecamatan Wanea dipadati pelayat. Suasana duka dan haru sangat terasa. Di rumah ini sosok tegas namun rendah hati Prof Dr Lotje Kawet berpulang. Mantan Dekan Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2000-2008 ini menghembuskan nafas terakhir Senin (13/11) di umur 65 tahun.

Prof Lotje—sapaan akrabnya, menurut keempat anaknya, adalah sosok ibu yang tegas. Namun rendah hati dan penuh kasih sayang. “Mama wanita yang luar biasa, super aktif, tegas dan berani, apalagi dalam memenuhi keinginannya,” terang Pdt Steven Manengkei, anak sulung almarhumah. Dia mengakui, sebagai anak tertua sangat merasakan didikan dari orang tuanya. “Satu motivasi hidup yang selalu diingat, dimana mama memperjuangkan apa yang diyakininya, memang kalau dibilang keras iya. Itu merupakan salah satu ciri khas metode pendidikan di masa kami kecil dulu, dan kami yakin dengan cara demikian apa yang diharapkan orang tua terhadap anak-anaknya bisa terwujud,” kenangnya. 

Rasa kehilangan juga dirasakan Hizkia Tompunu, keponakan almarhumah. “Beliau bukan sekedar orang tua di rumah melainkan juga di kampus. Kebetulan beliau merupakan wali baptis saya, bisa dibilang ponakan yang selalu dekat dengan almarhumah karena di kampus juga sebagai pembimbing saya,” terang pria berkacamata ini.

sebagai keluarga dan mahasiswanya, dia mengakui, tentu sangat kehilangan sosok bijaksana ini. “Semangat hidup dari enci Lotje luar biasa, mengabdi tugas di kampus sebagai pendidik, juga aktif dalam pelayanan dan dirinya mampu menjalankannya,” lanjutnya. Kerendahan hati Doktor lulusan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar ini memang terkenal juga di kalangan mahasiswanya.

Salah satu anak didiknya yang kini bertugas sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat Yantje Uhing mengakui, enci Lotje kerap membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk bersekolah.  “Sangat mempercayai dan menghargai siapa saja, semasa kepemimpinnya di FEB Unsrat, sekira 20 mahasiswa ditampungnya di rumah ini dan semuanya dibantu untuk bisa kuliah. Bahkan sampai terbaring sakitpun Prof Lotje masih menyempatkan untuk melayani bimbingannya untuk memberikan tanda tangan,”  cerita Mner Yantje.

Duka mendalam pun dirasakan civitas akademika Unsrat. Rektor Prof Ellen Kumaat yang hadir dalam ibadah penghiburan, kemarin (14/11) mengakui, Unsrat sangat kehilangan sosok pemimpin. “Tentunya Unsrat sangat berbangga dan berterima kasih atas karya pengabdian Prof Lotje, baik sebagai Dekan Fakultas Ekonomi juga sebagai anggota senat Unsrat,” terang Kumaat.

Pemberian diri sepenuhnya dari almarhumah, diakui Prof Ellen, pantas menjadi panutan. “Dengan berharap keluarga tetap diberikan kekuatan dan terus melanjutkan budi baik almarhumah,” harap mantan Dekan Fakultas Teknik Unsrat ini.

Selain civitas akademika Unsrat, berpulangnya Prof Lotje juga meninggalkan duka duka bagi Wanita/Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM. Dimana, almarhumah pernah menjabat sebagai Ketua Komisi W/KI Sinode GMIM periode 2000-2005.  Juga sebagai Ketua Yayasan DS AZR Wenas.

Sekretaris Komisi W/KI Sinode GMIM Pnt Miky Wenur yang melayat di rumah duka kemarin mengakui, almarhumah adalah tokoh panutan bagi W/KI GMIM. “Tokoh panutan bagi W/KI GMIM ini patut dicontoh apalagi soal semangat pelayanannya, ketegasan dan integritas Prof Lotje semasa memimpin pasti akan selalu dikenang,” terang Ketua DPRD Kota Tomohon ini.

Istri dari Ketua Komisi P/KB GMIM Pnt Stefanus BAN Liow mengenang, almarhumah memiliki banyak karya pelayanan, baik di gereja, masyarakat dan kampus. “Pengetahuannya yang luas dan juga dikenal kritis memberikan pelajaran berarti bagi kami penerus saat ini. Sebagai pengurus komisi tentu sangat merasa kehilangan,” lanjutnya.

Almarhumah sendiri meninggalkan empat orang anak yakni Pdt Steven Manengkei, Evelin Manengkei, Steeni Manengkei dan dr Billy Manengkei. Almarhumah juga meninggalkan dua orang cucu, Elgratia dan Kenward. Menurut informasi keluarga, Almarhumah akan dikebumikan dalam ibadah pemakamkan hari ini (15/11) pukul 11.00 Wita, bertempat di rumah duka keluarga Manengkei-Kawet. (*)

Kirim Komentar