15 Nov 2017 12:54

Heboh, Senator Pua Dampingi JWS

MyPassion
AKRAB: Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Anggota DPD RI Marhany Victor Pua (MVP) dalam berbagai kesempatan.

MINAHASA- Heboh. Anggota DPD RI Ir Marhany Victor Pua (MVP) dikabarkan akan turun gunung di pemilihan bupati (Pilbup) Minahasa. Bahkan, MVP digadang-gadang akan mendampingi Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS). Isu Duet JWS-MVP pun makin santer. Kapasitas JWS, eks ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM dan Senator Pua, mantan ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM, dinilai ideal bagi warga Minahasa. “Pastinya duet JWS-MVP menjadi calon alternatif. Apalagi, keduanya dikenal sebagai figur pelayan sejak muda,” nilai sejumlah warga tanah Toar Lumimuut.

Terkait hal ini, JWS tak menampik wacana tersebut. Dia berujar, informasi MVP dipasangkan dengannya di Pilbup Minahasa sudah terdengar. “Teman teman Pemuda Lintas Generasi menyampaikan itu. Tapi kan harus ditanyakan ke yang bersangkutan (Marhany, red), karena masih menjabat anggota DPD, tokoh nasional,” ungkap JWS via pesan WhatsApp kepada koran ini, Selasa(14/11), semalam.

JWS pun tak meragukan kapabilitas Pua sebagai pemimpin. “Saya sudah lama kenal beliau, dia sangat senang dan suka berada di tengah-tengah masyarakat dan gereja, kalau beliau mau mengabdi untuk Minahasa jadi Wabup, adalah karena sikap kerendahan hati mau memberi yang terbaik bagi rakyat Minahasa,” urainya.

Dengan begitu, lanjut bupati populis ini, Pua punya peluang ke depan jadi pemimpin. “Ibarat lari start 100 meter, untuk meraih kemenangan mundur sedikit dan maju,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar mengatakan, sampai saat ini, khusus Pilbup Minahasa masih dalam pengusulan terkait waktu pendaftaran. "Di PDI Perjuangan ada mekanismenya. Ada tahap penjaringan dan penyaringan. Atau kita membuka pendaftaran calon," beber Wongkar.

Khusus Minahasa, diakui Wongkar, belum dipastikan akan ikut membuka pendaftaran bagi kandidat calon bupati atau tidak. Wacana untuk pendaftaran terbuka, dikatakan wakil bupati Minsel ini, masih sedang dipertimbangkan. Yang pasti, dalam waktu dekat, sudah ada keputusan terkait pendaftaran Pilkada Minahasa. Terbuka terbatas atau terbuka untuk umum. “Jika terbatas, maka kandidat yang daftar sesuai undangan. Beberapa nama sudah ada," sebutnya. Sayangnya, Wongkar masih enggan membeber apakah Pua termasuk kandidat calon wakil bupati.

"Kan ada surveinya. Siapa yang elektabilitas terbukti dan rajin sosialisasi pasti akan masuk daftar undangan PDI-P," tegas Wongkar sembari menekankan, belum ada penetapan calon di enam Pilkada (Minahasa, Mitra, Sitaro, Talaud, Kotamobagu, Bolmut) dari PDI-P. "Kalau ada nama atau pasangan calon yang mulai mencuat, saya pikir itu wajar. Tapi, PDI-P ada mekanismenya dan kami sangat mengapresiasi kalau memang ada tokoh masyarakat Minahasa yang ingin membangun daerah kita bersama PDI-P," tambahnya.

Senada, rumor yang menyebutkan Pua akan diusulkan Golkar Sulut untuk berpasangan dengan JWS, dibantah Ketua PG Sulut terpilih Christiany Paruntu. “Tidak ada info seperti itu,” singkat Paruntu via WhatsApp, semalam. Terkait lampiran kepengurusan DPD I Golkar Sulut periode 2015-2020 yang mulai beredar, dia tidak membantah ataupun membenarkan. “Tunggu pelantikan,” katanya.  Sekretaris Partai Golkar Sulut Tonny Lasut juga tak mau berspekulasi. "Saya belum dengar isu tersebut. Saya tidak bisa memberikan tanggapan,” ujar Lasut.

Akademisi Fispol Unsrat Dr Stefanus Sampe berpendapat kalau dilihat dari kapasitas, tentunya memiliki pengaruh masing-masing. “Apabila pasangan ini yang akan diusung PDI-P, pastinya sudah melalui berbagai pertimbangan. Kolaborasi JWS- Senator Pua bisa jadi merupakan pasangan ideal,” terang Sampe. Namun yang perlu diperhatikan juga, soal keadaan di masyarakat, sosok Pua memang sudah dikenal.

Tapi, perlu diperhitungkan lagi. Mengingat sudah ada beberapa calon yang menjalankan pendekatan persuasif di masyarakat sebagai pemilih. “Mungkin bisa dibilang Senator Pua kalah start. Namun, dengan kemampuannya di lapangan, terbukti dua kali merebut kursi di DPD RI, dirinya mampu memanfaatkan waktu sisa ini merebut simpati masyarakat Minahasa,” urai magister lulusan Australian National University ini.(Tim MP/vip)

Kirim Komentar