15 Nov 2017 14:04
Pdt Abbas: Dukung Pilkada Yang Jujur, Bersih, Adil

Gereja Jangan Main Politik Praktis

MyPassion
Arnold Apolos Abbas

TALAUD—Gereja adalah kelembagaan yang sesungguhnya tidak bisa terlibat dalam politik praktis. Keterlibatan gereja bukan secara individual tetapi secara kelembagaan.

 

Ketua Sinode GERMITA Pdt DR Arnold Apolos Abbas mengatakan, gereja sebagai institusi keagamaan tidak boleh terjebak dalam politik praktis. "Tapi harus punya kesadaran politis. Dimana turut memperjuangan kesejahteraan masyarakat. Dasarnya ada di Yeremia pasal 29 ayat 7. Ada tanggung jawab orang kristen untuk turut memikirkan kesejahteraan masyarakat. Gereja tentu harus mendukung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang jujur, bersih, adil dan bebas money politik," ujarnya, kepada wartawan Manado Post, kemarin.

Semakin dekatnya Pilkada 2018, situasi politik di Kepulauan Talaud mulai memanas. Tidak hanya bakal calon bupati yang mulai menjual program, para pendukung atau tim suksespun mulai saling adu jagoan.

Politik menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Bahkan di pertemuan ibadah pun, masyarakat seakan tak terlepas dari topik tersebut. Saking hangatnya, banyak warga bahkan jemaat gereja yang usai beribadah terjebak perdebatan hanya karena saling mengunggulkan calon masing-masing. Karenanya Abbas menghimbau seluruh warga GERMITA agar menghadapi Pilkada serentak 2018, tetap menjaga persatuan dalam berjemaat juga masyarakat di bumi Porodisa. Jangan terjebak konflik.

"Mari mendoakan proses penyelenggaraan Pilkada berlangsung aman dan lancar. Gereja mendorong agar calon menyampaikan dan menawarkan program-program dengan profesional dan tidak saling menjatuhkan. Lebih utamakan visi misi program," tukasnya.

Terpisah, Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip berharap, gereja jangan terjebak politik praktis. “Mari doakan agar penyelenggaraan Pilkada 2018 nanti berjalan dengan baik," kuncinya.(***)

Kirim Komentar