14 Nov 2017 13:26
Sampah Sisa Kebakaran Menumpuk

Penanganan Lambat, Pedagang Rugi

MyPassion
CEPAT DIANGKAT!: Sampah sisa puing kebakaran pekan lalu dibiarkan menumpuk di lokasi Pasar Cita. Pedagang mengeluhkan sampah yang sudah tiga hari tidak ditangani ini.

BITUNG—Kebakaran di Pasar Cita menyisahkan pekerjaan rumah. Sisa sampah puing bangunan akibat kebakaran pekan lalu itu, masih menumpuk. Parahnya, sampah tersebut ditumpuk tepat di depan kios penjual makanan. Hingga kemarin sore, belum ada tindakan pembersihan dinas terkait.

 

“Penanganan dinas terkait sangat lambat. Ini membuat kami merugi. Apalagi kami di sini menjual makanan. Masalahnya sampah sisa kebakaran sudah tiga hari tidak diangkat. Coba bayangkan, bau dan lalat yang mulai menyebar. Ini jelas sangat merugikan usaha saya yang terus mendapat komplain  dari pelanggan,” keluh Beiby Gandaria, salah satu penjual makanan.

Ia meminta instansi terkait, segera membereskan permasalahan ini. "Sebab kami juga khawatir, dampak penyakit yang bisa ditimbulkan dari menumpuknya sampah tersebut. Selain itu, lingkungan usaha kami juga seperti tercemari,” katanya.

Terpisah, Camat Maesa Saferson Sumampow mengatakan, akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat. "Saya akan menghubungi instansi terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk meminta segera mengangkat sampah tersebut," singkatnya.

Terpisah, Kadis DLH Bitung Jefry Sondakh mengatakan, sisa sampah yang diakibatkan kebakaran dikategorikan luar biasa. “Berbeda dengan sampah rumah tangga. Kalau sampah rumah tangga memang kewajiban DLH untuk mengangkat. Untuk sampah luar biasa, perlu adanya kerjasama dari masyarakat dan pemerintah setempat untuk mengatasinya (mengangkat),” tegasnya.

Menurut Sondakh, sampai saat ini belum ada informasi dari kecamatan atau kelurahan tentang sampah sisa kebakaran pekan lalu tersebut. “Kami sampai saat ini belum mendapat informasi tentang hal itu. Kami masih menunggu respon dari pemerintah kecamatan atau kelurahan. Selanjutnya kami tindak lanjuti dengan menurunkan armada truk sampah. Intinya kami menyiapkan fasilitas dan pemerintah setempat dibantu masyarakat yang mengerahkan tenaga untuk mengangkat sisa sampah. Pola ini yang kami laksanakan untuk kategori sampah luar biasa. Berbeda dengan sampah rumah tangga,” terangnya. (reza/can)

Kirim Komentar