14 Nov 2017 10:40

Miras Ilegal Marak Beredar, Bea Cukai: Sulut Terbanyak

MyPassion
MEDIA VISIT: Kiri ke kanan: Kepala Seksi Kepatuhan Internal Surya Utama, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Ardiyanto, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Imam Sarjono, Redpel Fillip Kapantow, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulut Cerah Bangun, Direktur MP Marlon Sumaraw, Kepala Seksi Penerimaan dan Pengolahan Data Hendri Levi, dan Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas Rujito. Foto: Lerby Tamuntuan/MP

MANADO—Sulawesi Utara masih menjadi tempat peredaran berbagai macam minuman keras (miras) ilegal. Ini dibeberkan Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara Cerah Bangun. “Daerah Sulawesi, keseluruhan adalah jalur pemasaran rokok palsu atau ilegal. Terutama di Poso. Untuk pemasaran minuman beralkohol, Sulut menjadi tempat terbanyak didapati bermacam minuman ilegal, tanpa logo bea cukai,” kata Cerah, ketika berkunjung dengan rombongan ke Graha Pena Manado Post.

Disambut Redaktur Pelaksana (Redpel) Manado Post Filip Kapantow, Cerah yang belum lama menjabat menyebutkan, rokok dan minuman ilegal sangat berbahaya. “Tidak menggunakan logo bea cukai pasti murah, tapi sangat berbahaya,” warning-nya.

“Manado sendiri telah kami dapati ada beberapa minuman beralkohol tidak dilengkapi logo Bea Cukai. Seperti Segar Sari (SS) Bir, tidak ada sama sekali. Jadi itu adalah minuman ilegal. Jadi selain itu, jika ada lagi minuman tidak menggunakan poros bea cukai, kiranya dilaporkan ke kami,” katanya.

Di sisi lain, Cerah juga memaparkan targetnya ke depan. “Target realisasi kantor wilayah bea cukai Sulbagtra tahun 2017 per tanggal 1 Januari-31 Oktober sendiri, untuk penerimaan bea masuk, di sini terjadi peningkatan dari target 249 miliar, terealisasi 256 miliar. Untuk cukai dari target 6,2 miliar, telah terealisasi 5,57 miliar. Sudah hampir mendekati capaian,” bebernya.

Dirinya menambahkan pihaknya akan membangun kawasan ekonomi khusus, kawasan berikat, dan juga menambah fasilitas pendorong lain agar lebih efisien. “Jadi, hadirnya bea cukai di Sulut untuk menggenjot ekspor impor. Kiranya dari media dan masyarakat bisa tahu tugas dan fungsi bea cukai, agar bisa membantu kerja kami, supaya lebih efisien,” tandasnya.(lerby/gnr)

Komentar
Kirim Komentar