13 Nov 2017 10:53

Sungai Manado Rentan Tercemar, Uji Kelayakan Wajib Rutin

MyPassion

MANADO—Sebagai sumber kehidupan, sungai di Kota Manado wajib diperiksa kelayakannya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun diminta proaktif. Kepala DLH Yohanis Waworuntu melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya DLH Ir Herel Manajang MM menuturkan, saat ini memang sedang dilakukan tes laboratorium air sungai di Manado. Ada beberapa sungai yang dijadikan sampel.

“Sungai Tondano, Sungai Bailang, Sario, dan Bahu sudah diambil. Kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa kandungannya. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah sungai di Kota Manado sudah tercemar atau tidak. Karena setiap tahun bangunan yang berada di pinggiran sungai itu bertambah. Ini dapat memicu perubahan kualitas air sungai,” ujarnya.

Ditambahkan Manajang, jika hasil laboratorium menujukkan air sungai di Manado berbahaya, maka pihaknya bisa mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tidak menggunakan air di sungai. ”Jadi ini langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah untuk memantau kandungan air sungai,” ujarnya.

Pengamat lingkungan Dr Sofi Wantosen MSi mengatakan, sungai sumber material yang membuat kehidupan itu bisa terjadi dan tetap ada. Karena air merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk menunjang kehidupan. “Manfaat air itu sangat banyak. Orang akan sulit melanjutkan hidup tanpa adanya air,’’ ungkap dosen Fakultas Pertanian Unsrat tersebut.

Lulusan Ilmu Lingkungan UGM tersebut mengungkapkan, Manado merupakan kota yang penduduknya banyak. Sehingga sangat mungkin terjadi pencemaran sungai. Entah itu diakibatkan tidak adanya kesadaran masyarakat menjaga atau karena banyaknya bangunan-bangunan besar membuang hasil limbahnya ke sungai. “Ini bisa memicu pencemaran air sungai. Fungsi dari sungai akan hilang apabila sudah tercemar. Padahal sungai merupakan material yang sangat penting dan harus dijaga oleh siapapun,’’ sebutnya.

Dijelaskan Wantosen, ada banyak sekali bahaya yang akan ditimbulkan akibat menggunakan air sungai yang sudah tercemar. ”Kalau sungai tercemar dengan zat polutan dan masuk ke dalam rantai makanan itu akan berpengaruh pada kesehatan. Jangan menggunakan air sungai yang sudah kotor dan tercemar untuk kehidupan sehari-hari,” warningnya.

Dia mengungkapkan, untuk menyimpulkan atau melihat sungai itu sudah tercemar atau belum tidaklah muda harus didukung data laboratorium kualitas akhir. Kemudian dibandingkan dengan baku mutu air permukaan. “Namun ada beberapa tanda-tanda yang terlihat saat air sudah tercemar. Diantaranya warnanya berubah,  bau aneh pada air, air sudah mempunyai rasa,  dan terdapat endapan atau bahan terlarut,’’ bebernya.

Ditambahkannya, sebagai pemerhati lingkungan pun dirinya mengimbau pada semua warga yang tinggal di sekitaran sungai tidak membuang sampah ataupun zat-zat bahaya ke dalam sungai. “Ayo sama-sama menjaga sungai dan juga lingkungan sekitar, agar rantai kehidupan akan tetap terjaga. Bukan hanya untuk manusia namun makhluk hidup lain yang membutuhkan ataupun hidup di dalam air,’’ ajaknya. Dari pantauan koran ini,  masih ada warga yang menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci. Seperti di Sungai Bailang dan Bahu. (ayurahmi/ite/gel)

Kirim Komentar