13 Nov 2017 10:13
Masih Banyak Pasien BPJS Ditolak RS

Stop Persulit Layanan Kesehatan

MyPassion

MANADO— Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh Minggu (12/11), kemarin, harus jadi momentum perbaikan layanan kesehatan di Sulut. Termasuk fasilitas kesehatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, hingga tahun 2016, fasilitas kesehatan Polindes ada 57. Kemudian klinik atau balai kesehatan 45 unit. Posyandu 2.230. Puskesmas 192. Selanjutnya, rumah bersalin 3 unit. Jumlah rumah sakit ada 40 fasilitas. Sementara itu, untuk total tenaga kesehatan yang tersebar di pelosok Nyiur Melambai berkisar pada angka 8.169 orang (lihat grafis, red).

 

Pengamat Kesehatan Rahayu Akili SKM MKes menyebutkan, pemerintah maupun stakeholder terkait, kiranya makin memperhatikan fasilitas kesehatan bagi orang kurang mampu maupun masyarakat umum. “Pemerintah harus terus memastikan faskes merata di semua daerah. Ini untuk memenuhi kebutuhan dari seluruh peserta,” ungkap Rahayu. “Jika masih ada yang sering menyulitkan, tentunya warga harus melapor agar praktik-praktik seperti itu (mempersulit, red) segera dihentikan pemerintah,” tuturnya.

Tidak hanya jumlah faskes yang diperbanyak, menurutnya faskes tersebut, harus dilengkapi peralatan, sarana, dan ketenagaan yang baik. “Ketersediaan mutu, keamanan obat, dan perbekalan kesehatan juga harus dioptimalkan, agar bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, peran tenaga kesehatan sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Sehingga pemerintah akan terus bekerja maksimal dan sungguh-sungguh dalam mendukung setiap program kesehatan tersebut. “Dalam rangka untuk pemenuhan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka saya mengajak bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus bekerja sama dalam peningkatan pelayanan kesehatan yang maksimal,” tambah orang nomor satu di Sulut tersebut.

Dirinya pun meminta kabupaten/kota bersinergi dengan Pemprov untuk menyukseskan tiap program kesehatan yang digagas. “Kesejahteraan masyarakat nomor satu. Pemprov tak bisa berjalan sendiri tanpa sinergitas dari kabupaten dan kota,” tandasnya.

Diketahui, menyambut momentum HKN yang jatuh kemarin (12/11), berbagai kalangan mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki sistem layanan jaminan sosial kesehatan yang dianggap masih buruk dan banyak salah sasaran.

12
Kirim Komentar