13 Nov 2017 10:07

Jawara Termuda Nyaris Crash

MyPassion

VALENCIA—Marc Marquez menyegel gelar juara MotoGP 2017 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (12/11) waktu setempat. Pembalap asal Spanyol ini sukses meraih gelar juara dunia termuda yang berhasil menyandang enam kali juara di semua kelas grand prix. Marquez meraih total 298 poin, unggul dari pesaing terdekatnya Andrea Dovizioso (Ducati) dengan 261 poin. Disusul Maverick Vinales (Movistar Yamaha) di posisi ke tiga dengan raihan 230 poin. The Doctor Valentino Rossi (Movistar Yamaha) harus puas berada di posisi ke lima di bawah Dani Pedrosa (Repsol Honda).

Di balapan GP Valencia, Marquez hanya finis di posisi ketiga. Hasil tersebut memang sudah lebih dari cukup untuk membawanya menyegel gelar juara dunia MotoGP 2017. Apalagi di saat yang sama, rival terbesarnya dalam perebutan gelar juara dunia Andrea Dovizioso (Ducati) gagal finis karena mengalami kecelakaan di Lap 25.

Namun, usaha Marquez mengamankan gelar juara dunia nyaris gagal. Rider Repsol Honda ini hampir crash saat terseret dalam memasuki tikungan 1 di tujuh lap jelang finis. “Saya berusaha untuk tetap tenang sepanjang balapan. Ketika saya merasa punya peluang untuk merebut posisi terdepan saya sedikit menggeber motor saya. Tapi saya kehilangan titik pengereman  (di T1) dan nyaris terjatuh,” ungkap Marquez usai balapan. Dia mengaku khawatir bertarung dengan Zarco di tikungan yang bisa berdampak buruk pada balapannya.

Aksi Marquez menyelematkan diri dari motornya yang nyaris celaka begitu luar biasa. Dari tayangan lambat terlihat kaki kanannya sudah terlepas dari footpeg. Namun dengan menggunakan lutut kirinya dia mengembalikan motornya ke posisi normal. Motornya memang keluar lintasan menuju gravel,  tapi rider 24 tahun itu mampu mengendalikannya dengan baik.

Marquez kembali ke lintasan di posisi kelima tepat di belakang Dovi. Namun dua lap berikutnya tragedi menimpa Ducati. Diawali dari Jorge Lorenzo yang kehilangan kendali motornya di Tikungan 5 Lap 24. Juara dunia tiga kali MotoGP tersebut tak bisa kembali ke lintasan. Padahal saat itu dia berada di posisi ketiga.

Di lap berikutnya, giliran Dovizioso menyusul Lorenzo. Di Tikungan 8 Lap 25, dia kehilangan cengkeraman ban depannya lalu melebar keluar lintasan. Berbeda dengan Marquez, Dovi gagal mengendalikan motornya dan terjatuh.

Sebelum insiden tersebut terjadi Lorenzo dan Dovizioso menghabiskan mayoritas balapan di posisi 4-5. Lorenzo berada tepat di depan Dovi. Jarak keduanya tak pernah lebih dari 0,3 detik. Sangat dekat. Namun di saat Dovi membutuhkan bantuan untuk memburu Marquez di depan, Lorenzo justru terkesan menahan laju rekan satu timnya itu.

Sampailah pada Lap12 dimana Ducati mengirimkan pesan lewat dashboard motor Lorenzo. Pesan yang sama seperti di GP Malaysia “sugessted Mapping 8”. Belakangan, melalui pengakuan rider Pramac-Ducati Scott Redding diketahui arti pesan tersebut adalah mundur satu posisi. Redding mengaku juga mendapat pesan yang sama di GP Malaysia.

Meski sudah mendapat pesan tersebut Lorenzo tetap enggan memberi jalan kepada Dovi. Ducati sampai berkali-kali mengirimkan pesan yang sama ke dashboard motor Lorenzo. Karena merasa tak digubris, Ducati memutuskan untuk menyampaikan pesan team order itu secara lebih vulgar dan terang-terangan. Yakni melalui papan pit. Bentuk pesan itu adalah gambar tanda panah ke bawah berwarna kuning dipadukan dengan angka satu di sampingnya. Jelas maksudnya: “mundur satu posisi”.

Pesan itupun tak juga digubris oleh Lorenzo. Padahal sudah sejak sebelum GP Malaysia, Lorenzo berjanji akan membantu Dovi. Hingga pada Lap 24 Lorenzo malah mengalami kecelakaan.

Usai Dovi menyatakan, tidak terganggu dengan sikap Lorenzo tersebut. Bahkan, dia merasa kecepatannya tidak cukup untuk mengejar Marquez andaipun Lorenzo memberinya jalan untuk melewatinya. ''Saya senang karena kami sudah berusaha sampai akhir. Bahkan sampai 10 lap terakhir persaingan masih terbuka. Tapi saya tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung di depan,'' ucap Dovi.

Begitu masuk kembali ke garasi, Dovi disambut seperti pahlawan di garasi Ducati. Para mekanik kru dan bos tim berusaha membesarkan hati pembalap 31 tahun tersebut. Mereka saling berpelukan dan menguatkan.

GP Valencia sendiri dimenangi rekan setim Marquez, Daniel Pedrosa. Dia merebut posisi terdepan dari Johann Zarco (Tech3 Yamaha) di lap terakhir. Zarco tampil brilian dengan memimpin nyaris di sepanjang balapan. (jpg/cnn/fgn)

12
Komentar
  • MyPassion

    rolex replica
    24 Nov 2017 14:25

    "Neptune" concept art watch, Parkinson's new omega replica appearance, with a gradient color aesthetics of fake watches the design, solar radiation from the center to the dial around, the sun shines under the replica watches uk watch was exceptionally bright, showing different colors at different angles. As if exposure to the vast universe, it is unfathomable, there is an unknown mystery, to swiss replica watches attract you to explore.
Kirim Komentar