13 Nov 2017 10:40
Pemilihan Ulang Ditunggu Hingga Januari

43 Pelsus Terpilih Terancam Digugurkan BPMS

MyPassion

MANADO— Pelayan Khusus (Pelsus)  terpilih yang melanggar Tata Gereja dan Juklak, bertambah. Hingga Minggu (12/11), kemarin, sudah 43 Pelsus.

 

Wakil Ketua BPMS Bidang Ajaran, Pembinaan dan Penggembalaan (APP) Pdt Arthur Rumengan Mteol mengungkapkan, dari 952 jemaat dan 122 wilayah, baru 635 jemaat yang memasukkan Berita Acara Pemilihan (BAP). “Untuk SK penetapan Pelsus yang tidak sesuai Juklak akan dikosongkan, sampai diadakan pemilihan kembali,” tuturnya.

Dijelaskannya, jika belum juga dilakukan pemilihan kembali, masih diberikan waktu sampai Januari tahun depan untuk melakukan pemilihan. “Jika masalahnya adalah Ketua BIPRA yang dipilih tidak memiliki sertifikat, maka akan dilakukan serentak pelatihan kepada masing-masing kategorial BIPRA. Setelah itu akan dilakukan pemilihan kembali di kolom ataupun di jemaat,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, untuk Pelsus yang tidak sesuai juklak dikarenakan masalah lain seperti cerai hidup dan tindakan indisipliner seorang Pelsus, BPMS masih merapatkannya. “Sebenarnya bulan ini harus sudah masuk semua BAP dan harus melakukan katekisasi dan nantinya akan dikeluarkan SK penetapan,” tambahnya.

Ketua Panitia Pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Joice Sondakh mengungkapkan, apabila Pelsus terpilih tidak sesuai dengan juklak, maka harus melakukan pemilihan kembali. “Kalaupun tidak dilakukan kembali pemilihan, BPMS bersama dengan panitia tidak akan memberikan SK penetapan,” ungkapnya. Ia menegaskan, belum semua yang memasukkan BAP.”Kami panitia menunggu minggu berjalan ini, sampai 18 November mendatang pukul 22.00 Wita,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Jemaat GMIM Zaitun Taas Pdt Merry Langi mengatakan, sebagai pemimpin gereja, BPMJ juga bagian dari sinode. Kita harus sepakat dengan apa yang disampaikan dalam Juklak. “Karena Juklak bukan sekadar petunjuk saja namun juga sudah digumuli oleh hamba-hamba Tuhan, jadi kita harus amankan itu,” ungkapnya.

Ia meminta, bagi mereka yang terpilih dan tidak sesuai dengan Juklak agar boleh rendah hati agar tidak menimbulkan masalah. Menurutnya, kerendahan hati dan sikap legowo begitu penting agar pelayanan boleh berjalan dengan baik. “Mari bersama-sama berhati besar untuk menerima setiap kenyataan yang akan dihadapi,” harapnya. (tr-07/ite)

Komentar
  • MyPassion

    Jemmy paulus
    14 Nov 2017 21:23

    Setujuh, tapi jangan cuma stetmen di media tapi surat resmi ke jemaat2, hal yg diberitakan, selanjutnya ketjem yg menolak juklak ditindak tegas, dianggap pembengkangan terhadap TG and juklak dan bpms.
  • MyPassion

    Serly Karawan
    14 Nov 2017 03:46

    Mohon di beri saran, Kalau sudah terpilih di BIPRA, memiliki sertifikat tapi sertifikat tersebut tidak ditandatangani oleh BPS, hanya ditandatangani oleh Panitia dan BPMW, apakah sertifikat itu tidak sah??? Apakah orgnya juga tidak sah terpilih sebagai pelsus???
  • MyPassion

    lumiu
    13 Nov 2017 14:05

    Setuju yg penting pembatalannya atas bukti ojektif artinya info yg masuk ke bpms hrs di konf ke ketua bpmj panpilpelsus dan ybs serta ada bukti saksi sehingga info laporan yg masuk bukan krn faktor ketidak senangan pd yg terpilih apalagi terlalu subjektif
Kirim Komentar