11 Nov 2017 09:46

Seleksi Kepolisian Disusupi Calo

MyPassion

MANADO—Ini akibatnya jika percaya calo (perantara, red) dalam proses seleksi anggota Polri. Ratusan juta rupiah raib dibawa pelaku. Kasus ini menimpa sejumlah orang tua di Kabupaten Minahasa Selatan. Beruntung, pelaku yang sudah lama berkeliaran untuk menghindari kejaran korbannya, berhasil dibekuk personel Polres Minsel, Kamis (9/11) malam.

 

Pelakunya, seorang perempuan berinisial EA alias Elis (38), warga asal Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang. Pelaku dibekuk tanpa perlawanan di rumah salah seorang kerabatnya, di Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur. “Waktu penerimaan dia datang kepada saya. Katanya setor saja uang dan anak saya yang ikut seleksi dijamin bakal lulus,” keluh sejumlah orang tua. Tapi ketika pengumuman, janji pelaku tak ada ditepati. Anak-anak para korban tak ada yang lulus.

Menurut para korban, mereka sudah memberikan kesempatan bagi pelaku untuk mengembalikan uang mereka. “Namun, saat dikejar-kejar dia mulai menghindar. Kami pun melaporkan ini ke kepolisian,” tandas mereka.

Kasat Reskrim Polres Minsel Iptu Mochamad Nandar saat dikonfirmasi menjelaskan, pelaku menjalankan modusnya dengan cara meminta uang dan menjanjikan anak korban dijamin lolos dalam seleksi penerimaan bintara Polri. “Jumlah uang yang diminta kepada korban mencapai ratusan juta rupiah,” beber Nandar. Para orang tua yang anaknya tidak lolos seleksi namun telah menyetor uang kepada pelaku, akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum. “Awalnya, pelaku menyatakan akan mengembalikan uang. Karena tidak ditepati, akhirnya para korban melapor,” tambah tandas Nandar.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan, setiap penerimaan anggota Polri, sudah selalu ditekankan bagi masyarakat, agar menghindari jasa calo. “Karena sesuai aturan Kapolri, kita harus mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis atau BETA, dalam setiap proses seleksi,” kata Tompo.

Dirinya juga menegaskan, siapapun yang terbukti memanfaatkan kesempatan dan mengambil keuntungan dalam proses seleksi anggota Polri, bakal ditindak tegas. “Kita akan kembangkan kasus seperti ini. Jangan-jangan masih ada korban lain di daerah lainnya,” pungkas perwira tiga melati ini.(gnr)

Kirim Komentar