09 Nov 2017 13:37
Diduga Akibat Tekanan Hidup

12 Warga Meninggal Misterius

MyPassion

MANADO—Sebulan lebih masyarakat digemparkan dengan 12 penemuan jasad warga. Kematian para korban pun bikin masyarakat bertanya-tanya. Misterius. Karena tanpa sebab yang jelas, semuanya ditemukan sudah tak bernyawa. Ada yang ditemukan mengapung di perairan laut lepas, meninggal di perkebunan, di selokan, hingga gantung diri (lihat grafis).

 

Menurut Psikolog Sulut Hanna Monareh, rangkaian peristiwa tersebut berhubungan dengan kasus bunuh diri. Menurutnya, bunuh diri berkaitan dengan kondisi mental psikologis seseorang. “Kasus bunuh diri bisa terjadi di usia anak, remaja dan dewasa. Dengan berbagai macam alasan dan latar belakang masalah yang dihadapi. Pemicunya banyak. “Seperti masalah keluarga, masalah keuangan, masalah hubungan, masalah cinta dan lain-lain,” jelasnya.

Saat kondisi emosi tidak stabil, lebih baik konsultasi dengan ahli yang berkompeten untuk mendapatkan penanganan. “Penanganan psikofarmakologi yang tidak didukung dengan terapi psikologis, cenderung menimbulkan kondisi relapse (kambuh) pada bersangkutan. Oleh karena itu, penanganan yang holistik sangat diperlukan,” tandasnya.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan bunuh diri adalah pola asuh, lingkungan, dan banyaknya tekanan. Katanya ada beberapa orang yang mentalnya sangat lemah. Sehingga ketidakmampuannya menghadapi kondisi yang terjadi, membuat seseorang memilih mengakhiri hidupnya. “Hal ini dapat dicegah, dengan cara menyirami diri dengan iman dan kepercayaan pada Tuhan. Percaya jika semua masalah yang dihadapi akan ada jalan keluarnya, selagi kita yakin dan kuat untuk melewatinya,” terang Monareh.

Isi kekosongan diri dengan hal-hal bermanfaat serta harus lebih bijaksana dalam menyikapi hidup. Bagi orang tua, harus memperlihatkan perhatian penuh pada anak dan keluarga. Karena, lanjut Monareh, keluarga merupakan tempat terbaik untuk berlindung dan mengaduh ketika ada masalah. “Karena kadang faktor yang paling utama yang menyebabkan bunuh diri karena seseorang merasa tidak berharga, tidak dipedulikan.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan, dari hasil penyidikan korban yang ditemukan meninggal, dugaanya karena mengalami depresi atau stres. Namun ada juga yang hingga kini belum terungkap. “Karena ada yang ketika ditemukan memang tidak ada identitasnya. Sementara yang memang memiliki identitas, pengakuan dari para keluarga para korban memang ada riwayat sakit,” terangnya. Namun menurutnya, setiap ada penemuan mayat, kepolisian bakal bertugas sesuai fungsinya. “Kita selidiki ya, apa memang bunuh diri atau ada motif lainnya,” tandas mantan Wadireskrimsus Polda Maluku Utara.(gnr/gel)

Kirim Komentar