07 Nov 2017 10:25

Warga Sulut Terancam Tak Bisa Pakai WhatsApp

MyPassion

WARGA Sulawesi Utara pengguna WhatsApp (WA), terancam tak bisa lagi menggunakan akses chatting online tersebut. Aplikasi ini harus siap bernasib sama seperti telegram. Kemenkominfo memastikan bakal memblokir akses WA di Indonesia bila tidak kunjung memenuhi permintaan pemerintah memblokir  konten porno di dalamnya. Meskipun, Kominfo mengakui pemblokiran akses WA memiliki risiko yang besar di Indonesia.

 

Menkominfo Rudiantara mengatakan, untuk menghalau konten GIF porno di WA cara mudahnya memang dengan langsung memblokir aplikasi tersebut. Namun tentu bukan itu yang diharapkan pemerintah. Mengingat masih banyak orang yang bergantung pada aplikasi internasional itu untuk berkomunikasi. "Karena itu, semalam saya perintahkan teman-teman di kantor untuk kerja. Menghubungi Facebook, yang punya WA. Untuk berkoordinasi mengenai masalah tersebut," kata Rudiantara saat berbincang dengan Jawa Pos kemarin (6/11).

Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, sebenarnya konten GIF itu bukan berasal dari WA melainkan, disediakan oleh pihak ketiga, yakni Tenor. ’’Sebenarnya ini adalah layanan platform yang disediakan oleh Tenor, yang bisa diakses lewat platform WhatsApp,’’ terangnya di kantor Kemenkominfo kemarin.  Pihaknya sudah mengirim notice (peringatan) tiga kali sejak Minggu (5/11) hingga kemarin dini hari.

Di saat bersamaan, Kemenkominfo berkoordinasi dengan Giphy selaku pemilik konten GIF. Pihak Giphy kooperatif dan berjanji membantu pemerintah Indonesia untuk membersihkan konten yang melanggar UU. Giphy sendiri pernah diblok oleh Kemenkominfo atas pelangaran terkait konten. Setelahnya, Giphy bersedia bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Meskipun konten GIF dalam WA merupakan third party, namun WA tetap tidak boleh lepas tangan.

Karena itu, pemerintah meminta WA untuk membersihkan, menegur, atau melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk mencegah konten tidak pantas itu terakses oleh penggunanya di Indonesia. ’’Kalau tidak, kami terpaksa men-telegram-kan WhatsApp. Kami akan melakukan pemblokiran bila memang tidak ada tanggapan yang serius dari WhatsApp,’’ tegasnya. WA harus merespons dalam waktu 2x24 jam sejak peringatan diberikan, yang berarti batas akhirnya adalah besok (8/11).

Meskipun demikian, dia memastikan pemblokiran hanya diberlakukan sementara waktu. Setidaknya, sampai bisa dipastikan bahwa konten negatif itu tidak bisa diakses lagi. Sebagaimana telegram yang saat inijuga sudah bisa diakses setelah permintaan pemerintah dipenuhi. Minimal, konten gif negatif itu sudah tidak bisa diakses oleh pengguna WA di Indonesia.

Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menuturkan pihaknya juga berencana untuk memanggil manajemen aplikasi WhatsApp terkait dengan munculnya informasi konten pornografi. Sebelumnya sudah ada pertemuan pula dengan manajemen Facebook dan Twitter untuk membicarakan hal yang tidak jauh berbeda. ”Bahwa WhatsApp sebagai korporasi wajib memberikan proteksi maksimal terkait dengan perlindungan anak termasuk juga perlindungan dari konten-konten pornografi,” ujar dia usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin (6/11).

Pada 2013 tercatat ada 247 kasus yang dilaporkan ke KPAI, meningkat pada 2014 menjadi 322 kasus. Sedangkan pada 2015 meningkat lebih dari 100 kasus, pada tahun itu ada 463 kasus. Tahun lalu dilaporkan 587 kasus pornogarfi dan kejahatan siber terkait anak. Tahun ini hingga September sudah tercatat 376 kasus.(jpg/gnr)

Berita Terkait
Kirim Komentar