06 Nov 2017 09:27

KPK Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran

MyPassion
Alwaleed bin Talal

RIYADH—Kerajaan Arab Saudi mengumumkan penangkapan terhadap 11 pangeran dan puluhan pejabat aktif maupun non-aktif atas tuduhan korupsi, Minggu (5/11). Salah satu di antaranya adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, keponakan tiri Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Penangkapan dilakukan atas perintah komite khusus anti-korupsi yang baru saja dibentuk sang raja.

Pengumuman penangkapan itu diberitakan Al Arabiya, jaringan televisi satelit milik Saudi yang siarannya disetujui secara resmi oleh Kerajaan. Penangkapan Alwaleed memberi kejutan tersendiri bagi pihak kerajaan maupun pusat keuangan dunia. Sebab, Alwaleed merupakan orang yang mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding dan salah satu orang terkaya di dunia.

Dia diketahui memiliki saham utama di berbagai perusahaan global seperti News Corp, Citigroup, Twitter, dan lainnya. Pangeran Alwaleed juga mengontrol jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh dunia Arab.

Penangkapan ini tampaknya merupakan langkah terakhir untuk mengkonsolidasikan kekuatan Putra Mahkota Mohammad bin Salman. Diketahui, pada usia 32, suara Sang Putra Mahkota sudah mendominasi kebijakan militer, luar negeri, ekonomi, dan sosial Arab Saudi. Hal itu menimbulkan ketidakpuasan di kalangan keluarga kerajaan. Dia dinilai telah mengumpulkan terlalu banyak kekuatan pribadi, dan pada usia yang sangat muda.

Bulan lalu Pangeran Alwaleed memberikan kesempatan wawancara kepada kalangan media Barat. Saat itu dia berbicara tentang mata uang kripto (crypto currencies) dan rencana Arab Saudi untuk melakukan penawaran umum saham di perusahaan minyak negara, Aramco. Dia juga baru saja secara terbuka berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Alwaleed juga dikenal sebagai bagian dari sekelompok investor yang membeli kontrol Hotel Plaza di New York dari Trump. Dia juga membeli kapal pesiar mahal dari Trump.

Terpisah, Raja Salman langsung mengumumkan reshuffle kabinet menyusul ditangkapnya 11 pangeran dan 4 menteri, yang diduga terlibat korupsi. Setidaknya ada dua perubahan kunci dalam reshuffle tersebut. Dilansir detik.com dari arabnews, Minggu (5/11), dua perubahan penting tersebut adalah digantinya Menteri Garda Nasional Miteb bin Abdullah oleh Pangeran Khaled bin Ayyaf, serta Menteri Ekonomi Adel Fakieh yang digantikan oleh Mohammed Al-Tuwaijri.

Panglima Angkatan Laut Abdullah Al-Sultan harus melepaskan posisinya dan digantikan oleh Fahad Al-Ghofaili. Sebanyak 11 pangeran dan 4 menteri aktif ditangkap oleh Komite Anti-Korupsi Saudi yang baru saja dibentuk Raja. Komite tersebut dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. “(Tugas Komite Anti-Korupsi antara lain) mengidentifikasi pelanggaran, kejahatan, orang-orang dan entitas yang terlibat dalam kasus-kasus korupsi publik," ujar keputusan Kerajaan saat membentuk komite tersebut.

Komite diperintahkan untuk menyelidiki, mengeluarkan surat perintah penangkapan dan larangan bepergian, memesan pengungkapan keuangan dan pembekuan akun dan portofolio, melacak dana dan aset dan mencegah pengiriman uang atau transfer mereka oleh orang dan entitas. "Panitia berhak melakukan tindakan pencegahan yang menurutnya sesuai, hingga dirujuk ke badan penyelidik atau badan peradilan," tulis keputusan tersebut.

Penangkapan dan 'sapu bersih' para pangeran termasuk konglomerat Alwaleed bin Talal dan pejabat-pejabat lain diduga sebagai langkah Putra Mahkota untuk menguatkan posisinya. Di usia yang masih muda, 32 tahun kala itu, Mohammed bin Salman tampak sudah begitu dominan di militer, hubungan asing, ekonomi, dan sosial. Hal tersebut menimbulkan sejumlah ketidakpuasan di kalangan kerajaan.(berbagai sumber/gnr)

Kirim Komentar