04 Nov 2017 11:14
Target Rebut Nyong-Noni Sulut 2018

Vernando dan Wigia Sabet Waraney-Wulan Minahasa

MyPassion

MINAHASA – Sudah bertahun-tahun Waraney-Wulan Minahasa tak menyabet gelar Nyong dan Noni Sulut. Karenanya, target untuk kembali membawa pulang mahkota ajang bergengsi ini dipatok tahun depan. Vernando Bella dan Wigia Yunus yang meraih Waraney dan Wulan Minahasa 2017 pun optimis.

“Meski tak menampik target maksimal di ajang pemilihan Nyong-Noni Sulut tahun depan, naming kami berharap kedua utusan ini nantinya bisa berkontribusi maksimal. Dan bukan tidak mungkin bila persiapan matang dan Tuhan berkenan, tahun depan Vernando dan Wigia bisa meraih Nyong dan Noni Sulut,” ucap Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS) usai menahbiskan Vernando dan Wigia sebagai Waraney dan Wulan Minahasa dalam malam puncak yang dihelat di Wale Ne Tou, Kamis (2/11).

Vernando dan Wigia sendiri berhasil menyisihkan 58 peserta lainnya dalam ajang tahunan ini. JWS pun menilai, pelaksanaan tahun ini ada penignkatan dibanding tahun lalu. “Para juri memang menitikberatkan edukasi ketimbang penampilan fisik peserta. Isu-isu penting seperti penanggulangan sampah, keberadaan dan keberlanjutan kebudayaan, penguasaan bahasa asing jadi indikator utama penilaian kita kali ini,” ungkap JWS.

Lebih jauh, dirinya berharap kepada kedua pemenang tahun ini, agar dapat melanjutkan capaian pemegang gelar sebelumnya. “Mampu mempromosikan pariwisata dan keunggulan Minahasa lebih khususnya di dunia internasional. Tepis semua stigma negatif, buat semua pihak tertarik datang berkunjung ke Minahasa,” kata JWS.

Sementara, Ketua Tim Juri Wilford Siagian menyebutkan, tiga indikator penilaian yang diwajibkan, mampu dipenuhi kedua pemenang. “Mampu bersaing di ajang pemilihan nasional jadi alasan pihaknya menggunakan sistem penilaian lebih rumit tahun ini. Misalnya, bahasa Inggris. Bagaimana dia mampu mempromosikan Minahasa kalau tidak fasih berbahasa Inggris,” ucap Siagian.

Di sisi lain, Vernando mengaku tak menyangka akan terpilih. Dirinya pun bertekad ingin memajukan dunia pariwisata Sulut khususnya Minahasa lewat promosi dan sosialisasi. “Tentunya sangat bersyukur akan kepercayaan masyarakat dan pemerintah. Modal ini akan saya pergunakan untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan kebudayaan yang ada di Indonesia lebih khususnya di Minahasa," ujar lulusan Fakultas Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan ini.

Senada, Wigia mengakui, awalanya ragu ikut serta dalam ajang pemilihan ini. Pasalnya, pelaksanaan iven bersamaan dengan jadwal ujian akhir Mahasiswi IBA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat. “Dukungan penuh orang tua yang membuat saya makin optimis. Puji Tuhan pihak kampus juga merestui dan menjadwalkan ujian komprehensif saya ditunda, sehingga saya bisa maksimal ikut pemilihan,” ungkapnya. “Kepercayaan ini akan saya jawab dengan sebaik-baiknya. Menjadi promotor majunya pariwisata di Minahasa," singkat Gia sapaan akrabnya. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar