04 Nov 2017 10:26

Padat Karya Sedot Lima Juta Naker

MyPassion
Joko Widodo

JAKARTA—Perubahan peruntukan dana desa dimatangkan oleh pemerintah. kemarin (3/11), Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) membahas program padat karya di desa yang menggunakan dana desa. Bila perubahan peruntukan berjalan sesuai rencana, diperkirakan akan ada serapan lima juta tenaga kerja baru di kawasan pedesaan.

 

Dalam rapat tersebut, Presiden meminta seluruh kementerian yang memiliki program di desa untuk konsolidasi. ’’Dana yang mengalir ke daerah ke desa seharusnya bisa membuka lapangan kerja lebih luas dan mengentaskan kemiskinan,’’ ujarnya. Dari program-program yang ada, bisa dipilah mana yang memungkinkan untuk digarap secara swakelola.

Dalam jangka pendek, yang diprioritaskan adalah pembangunan infrastruktur di desa. Pembangunan sejumlah infrastruktur berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di desa. Setelahnya, warga bisa dibuatkan lapangan kerja baru sesuai karakteristik wilayah.

Bisa berupa pertanian, budidaya ikan, atau industri kecil dan menengah yang bisa menyerap lapangan kerja. ’’Perlu pelatihan dan pendampingan agar dapat menggali potensi yang ada di desanya masing-masing,’’ lanjutnya. Di sisi lain, dia juga mengingatkan agar warga desa tidak dibebani tanggung jawab administratif yang rumit.

Berdasarkan hitungan kementerian desa, pada 2018 pemerintah akan mengalokasikan dana desa sebesar Rp 60 triliun. Bila 30 persen di antaranya untuk upah tenaga kerja di proyek infrastruktur, bisa tercipta 5 juta lapangan kerja baru selama dua bulan. Selanjutnya, dari proyek yang sudah terbangun, potensi serapan tenaga kerjanya mencapai 692.788 orang.

Mereka akan bekerja secara berkesinambungan di sejumlah infrastruktur yang sudah jadi. Seperti posyandu, polindes, PAUD, BUMDes, atau pasar. Sementara itu, tenaga kerja yang tadinya menggarap proyek infrastruktur, dialihkan kepada unit-unit usaha baru. Misalnya pembukaan lahan pertanian dan perikanan.

’’Dengan model prukades itu, kita memberikan insentif ke masyarakat desa berupa bibit, traktor, atau lainnya,’’ terang Menteri Desa Eko Putro Sandojo usai ratas. Dia mencontohkan, kebutuhan ladang jagung baru saat ini mencapai 500 ribu hektare. Bila satu hektare bisa menyerap 10 tenaga kerja, maka akan ada 5 juta lapangan kerja baru.

Begitu pula lahan tebu yang kebutuhannya mencapai 500 ribu hektare. Dengan asumsi serapan tenaga kerja 20 orang per hektare, serapannya berpotensi mencapai 10 juta orang. Lahan garam baru seluas 300 ribu hektare bisa menyerap 3 juta tenaga kerja.

Eko mengakui, ada beberapa kendala untuk menciptakan program padat karya. Khususnya dari sisi regulasi. Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) mensyaratkan pekerjaan yang kompleks dan bernilai di atas Rp 200 juta tidak boleh dilakukan secara swakelola. ’’Di ratas tadi diminta aturan itu diubah agar bisa dilakukan secara swakelola,’’ lanjutnya.

Rencananya, tahun depan program padat karya itu akan dimulai di 100 kabupaten. Namun, tidak semua desa di masing-masing kabupaten bakal mendapat program tersebut. pemerintah akan menentukan desa-desa tertentu yang dinilai siap menjalankan program tersebut.

Terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, pihaknya juga memiliki alokasi anggaran untuk infrastruktur dengan sistem padat karya. ’’Dari total Rp 106 triliun anggaran kami, yang menjadi padat karya itu Rp 11,238 triliun,’’ terangnya. Itu mencakup proyek-proyek infrastruktur yang tidak terlalu besar, seperti irigasi, pemeliharaan jalan dan jembatan, hingga perumahan khusus. Juga ada program kota tanpa kumuh, sanitasi, serta program rumah swadaya dan Pamsimas.

Dua program terakhir berupa pemberian bantuan material bahan bangunan dengan total nilai Rp 4,4 triliun. Pekerjaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Sementara, program rumah khusus yang umumnya untuk nelayan, masyarakat berpenghasilan rendah, atau korban bencana, dilaksanakan secara kontrak. 25 persen tenaga kerja merupakan masyarakat setempat.

Dari proyek-proyek tersebut, diperkirakan belanja upah akan mencapai Rp 2,4-4 triliun. Itu akan menghasilkan 20,5 juta hari kerja. ’’Kalau kerja per bulan asumsinya 22-25 hari, berarti tenaga kerjanya 263.646 orang. Rata2 upahnya sekitar 3,314 juta per bulan per orang,’’  lanjutnya.

Para pekerja lokal itu akan dibayar harian atau mingguan. Bila dipukul rata, maka upah perharinya antara Rp 130-150 ribu untuk setiap orang. Tentunya, beda proyek maka beda pula upahnya. Misalnya, pekerja pembangunan irigasi diproyeksikan mendapat upah Rp 3,125 juta per bulan. Sementara, pekerja proyek jalan dan jembatan diupah Rp 4 juta per bulan. Pekerja bangunan rumah khusus Rp 3,75 juta perbulan, sementara pekerja sanitasi Rp 2,64 juta per orang. (jpg)

Komentar
  • MyPassion

    andi
    05 Nov 2017 01:23

    ASS..WR.WB.SAYA pak alresky TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355) BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO >>>>>TOTO TOGEL 2D 3D 4D KLIK DISINI <<<<< DIJAMIN TIDAK MENGECEWAKAN ANDA APAPUN ANDA MINTA INSYA ALLAH PASTI DIKABULKAN BERGAUNLAH SECEPATNYA BERSAMA KAMI JANGAN SAMPAI ANDA MENYESAL
Kirim Komentar