03 Nov 2017 09:59

Kamera Pengenal Wajah Bantu Percepat Penyidikan

MyPassion
Martinus Sitompul

AKARTA— Aparat penegak hukum berharap banyak terhadap teknologi pengidentifikasi wajah atau facial recognition technology. Selain bisa mendeteksi buron atau orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO), penggunaan teknologi tersebut dapat mempercepat pengungkapan kasus.

                Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul mengatakan, prinsipnya penggunaan teknologi pengidentifikasi wajah ini merupakan upaya perlindungan terhadap masyarakat. ”Ini bisa membantu semuanya,” tuturnya di Mabes Polri kemarin (2/11).

                Saat terjadi sebuah kejahatan yang terekam di kamera high density yang terhubung dengan bank data wajah dan identitas, pelaku kejahatan itu langsung diketahui. ”Dengan begitu, bisa langsung dilakukan upaya penangkapan,” terangnya.

                Peralatan teknologi itu dalam sebuah proses hukum nilainya menjadi sebuah petunjuk. Dalam kamera high density itu akan tertuang waktu hingga identitasnya. ”Ini sangat bernilai dalam proses hukum,” ujarnya.

                Petunjuk, lanjutnya, bisa menjadi alat bukti bagi penegak hukum saat nanti menghadapi hakim di pengadilan. Penggunaan teknologi baru tentu sangat dibutuhkan Polri. ''Sangat perlu bagi kepolisian,” paparnya.

                Dengan manfaat semacam itu, teknologi pengidentifikasi wajah ini bisa mempercepat waktu penanganan sebuah kasus. Dengan adanya teknologi itu, kejadian kejahatan yang terekam itu, penyidik tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengetahui identitas pelaku. ”Waktu untuk menggali identitasnya ini menjadi dipangkas, lalu bukti juga sudah dimiliki. Maka, waktu penanganan kasus tidak perlu berlama-lama lagi,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Menurut dia, saat ini tidak hanya Polri yang harus memanfaatkan facial recognition technology. Semua lembaga negara tentu harus mengikuti perkembangan teknologi yang kian maju. ”Semua lembaga negara juga memerlukannya, kalau bisa untuk saling terintegrasi dalam teknologi ini tentu bisa lebih baik,” ujarnya.

 Terkait berapa anggaran yang diperlukan untuk sistem pengidentifikasi wajah itu, dia mengatakan bahwa anggarannya belum diketahui. Namun, kemungkinan besar teknologi semacam itu bisa berasal dari luar negeri. ”Bisa dari luar,” tuturnya.

Sementara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah menyebut perlunya integrasi closed circuit television (CCTV) milik pemda dengan kepolisian. Hingga saat ini hanya ada beberapa Polda dan Pemda yang bisa terintegrasi server CCTV-nya. ”Padahal, integrasi CCTV ini penting untuk mengungkap kasus,” paparnya

Sebuah CCTV memiliki beberapa manfaat, tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, namun juga mampu untuk membantu pengungkapan kejahatan. ”Saya berharap makin banyak Pemda bisa integrasikan CCTV dengan kepolisian,” terangnya.

(jpg)

Kirim Komentar