03 Nov 2017 13:38

Empat Proyek Diprediksi Terlambat

MyPassion

MANADO—Diprediksi ada empat proyek yang akan mengalami keterlambatan sampai akhir tahun. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) DR Peter Karl Bart Assa, Rabu (1/11). 

 

Menurut Assa, proyek yang akan mengalami keterlambatan yaitu Pembangunan Graha Religi yang realisasi fisiknya baru 30 persen, Jalan Maengket 20 persen dan Jalan Lengkong Wuaya baru 60 persen. “Juga pembangunan Pasar Pinasungkulan Karombasan,” sebutnya.

Dijelaskan Assa, pembangunan jalan mengalami keterlambatan karena pembebasan lahan yang belum selesai. Sedangkan Pasar Pinasungkulan Karombasan mengalami keterlambatan karena pekerjaannya terganggu dengan aktivitas para pedagang. ”Ada juga proyek yang di-pending dan dananya sekitar 30 miliar kami geser. Yaitu pembangunan Kantor Wali Kota dan Pasar Buha,” ungkapnya.

Assa juga mengatakan, capaian realisasi anggaran PUPR baru 33 persen. Hal ini disebabkan kontraktor lambat mengurus dokumen pencairan. Padahal fisik pekerjaan ada yang sudah 70-an persen sampai 100 persen. ”Kami prediksi sebagian besar proyek fisik akan selesai sesuai waktu yang ditentukan, kecuali empat proyek yang diprediksi mengalami keterlambatan,” ujarnya. 

Assa mengungkapkan, kepada kontraktor batas waktu penyelesaian pekerjaan dan pemasukan dokumen SPP/SPM dan dokumen pendukung lainnya, ke Badan Keuangan Daerah sebagai syarat pencairan dana 100 persen adalah tanggal 15 Desember 2017.”Untuk perusahaan dengan kegiatan-kegiatan yang terbobot masih jauh dari capaian 100 persen, apalagi yang telah mendapatkan surat teguran sampai dua kali harus memacu pekerjaan dengan tetap mengedepankan prinsip kerja dan hasil kerja berkualitas. Sesuai ketentuan spesifikasi teknis dalam kontrak,” jelasnya.

Ditegaskan Assa, pembayaran akhir pekerjaan berdasarkan bobot volume dan sesuai bestek yang dicapai sampai akhir kontrak. ”Jika ditemukan ada keganjalan, maka akan diberikan sanksi pembongkaran dan perbaikan kembali.  Bahkan diputus kontrak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya. ”Kemudian, tidak ada perpanjangan waktu kontrak yang melampaui tahun anggaran 2017, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi ke depan,” tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengingatkan, tidak ada dokumen pencairan anggaran yang masuk lewat tanggal 15 Desember. Kalau ada masuk tanggal 16 Desember, itu akan dihitung hutang dan dibayarkan pada APBD-P 2018.”Jangan coba-coba membayarkan pekerjaan yang tidak dikerjakan atau belum ada barangnya. Sebab tahun 2018 kami berkomitmen supaya Pemerintah Kota Manado bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK,” tandasnya. (ite)

Kirim Komentar