01 Nov 2017 10:11
DPP Penentu Calon Bupati dan Wabup

PDI-P Sitaro Kubu-kubuan

MyPassion
BANYAK SAINGAN: Legislator DPRD Sulut dr Ivone Bentelu saat diundang mendaftar oleh tim penjaringan di kantor DPD PDI Perjuangan, kemarin. Foto: Angel Rumeen/MP

MANADO—Sepertinya perebutan kursi calon kepala daerah di Kepulauan Sitaro makin panas, khususnya PDI Perjuangan (PDI-P). Senin (30/10) hingga Selasa (31/10), tim penjaringan calon PDI-P mengundang sejumlah nama kandidat kepala daerah. Tujuh di antaranya adalah internal partai. Mereka adalah Evangelian Sasingen, Bob Janis, Ivone Bentelu, Djibton Tamudia, Netty Adrian, Tonny Rawung, dan Djon Pontoh Janis. Menariknya, dari pantauan terkesan terjadi kubu-kubuan di Banteng Sitaro.

Seperti pengakuan Netty Adrian, kandidat calon wakil bupati yang terundang kemarin. Anggota Fraksi PDI-P DPRD Sitaro ini mengatakan, siapapun yang akan menjadi Bupati Sitaro nanti harus bisa merangkul semua kader dan simpatisan. “Jika ingin menguasai DPRD, jangan mengotak-ngotakan kader. Harus bersatu. Jangan seperti sekarang, sembilan naik tujuh kursinya,” sebut Netty.

Diapun menekankan, sebagai pemimpin wajib menjaga kondusivitas daerah. Senada disampaikan Bentelu. Kandidat calon bupati ini mengatakan, pendidikan politik pada masyarakat sangat penting jelang Pilkada. “Menurut saya, jadi kepala daerah itu bukan sekadar memiliki kekuasaan. Komunikasi politik yang baik harus dilakukan,” tegasnya. Dia mencontohkan ketika dia menjadi calon legislatif pada 2014 lalu. Netty Adrian ikut membantunya sosialisasi.

Termasuk Wakil Bupati Siska Salindeho. “Ini yang namanya kebersamaan kader dalam satu rumah PDI Perjuangan. Bukan malah memecah belah kader,” tukas Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut ini. Bentelu yakin DPD PDI-P sudah mengetahui kondisi terakhir di Sitaro yang harus mendapat perhatian. Kader partai terkesan mulai kubu-kubuan. “Padahal harusnya bersatu karena itu kekuatan PDI-P,” kata Bentelu.

Sekretaris PDI-P Sulut Franky Wongkar, yang juga koordinator tim mengakui jika DPD sudah banyak menerima laporan terkait kondisi politik di Sitaro. “Kami berpesan, PDI-P di Sitaro adalah partai pelopor. Menang di eksekutif dan legislatif. Mari kita beri contoh yang baik pada masyarakat,” sebutnya. Kader, lanjut Wongkar, harus bersatu menyambut pesta demokrasi 2018 mendatang.

Wongkar mengingatkan penekanan Drs Steven Kandouw di hari sebelumnya, jika Pilkada bukan soal menang kalah. “Bagi PDI-P, paling utama di pesta demokrasi adalah bagaimana partai hadir dan memberi contoh serta pendidikan politik yang baik bagi masyarakat,” tegasnya, sembari berharap, siapapun yang ditetapkan DPP sebagai calon harus diterima semua kader termasuk internal partai yang diundang tim penjaringan.

“Calon nanti akan ditetapkan DPP dan wajib didukung struktural partai hingga kader,” tandasnya. Dari informasi beredar, ada dua kubu di PDI-P Sitaro. Yakni yang berpihak pada Ketua DPC Toni Supit dan istrinya Eva Sasingen dan kubu yang tidak pro Supit Cs.(gel)

Kirim Komentar