01 Nov 2017 09:16

Calon BPMS Ketat

MyPassion
Hein Arina dan Hendry Runtuwene

MANADO— Calon Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode 2018-2022, mulai diwacanakan. Pemilihan BPMS pada Maret 2018 mendatang, hampir dapat dipastikan bakal ketat. Nama-nama calon ketua dan pengurus inti BPMS mulai digadang-gadang. Diantaranya, Pdt Dr Hein Arina dan Pdt Dr Hendry Runtuwene ramai disebut calon Ketua BPMS GMIM. “Bukan rahasia umum. Nama keduanya kandidat terkuat,” beber sejumlah pendeta GMIM.

 

Meski begitu, peluang muncul nama lain di injury time sangat mungkin terjadi. Sejumlah pendeta mencontohkan terpilihnya Pdt Piet Tampi saat periode pelayanan 2010-2014. Sosoknya yang teduh dan kalem jadi ‘solusi alternatif’ di tengah rivalitas dua nama yang bersaing waktu itu, Pdt Albert Supit dan Pdt Nico Gara.

Bagaimana posisi wakil ketua? Untuk Wakil Ketua Bidang Ajaran, Pembinaan dan Penggembalaan (APP), nama Pdt Dan Sompe MTeol dan Pdt Janny Rende MTh santer disebut. Sementara di posisi wakil ketua bidang hubungan kerja sama muncul nama Pdt Melky Tamaka STh, Pdt Adolf Wenas STh, Pdt Jocke Mangare STh dan Pdt Stenly Kalalo STh.

Khusus Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya, nama Pnt Novi Kaligis SE MSi disebut punya kans besar. Mantan Direktur Pemasaran Bank Sulut ini memang qualified di posisi tersebut. Sesuai Tata Gereja, peran ini memang tidak harus dipegang oleh pendeta. Seorang penatua di jemaat bisa dipilih untuk memegang jabatan ini, jika namanya dinominasikan minimal 50 jemaat. Mewakili kalangan pendeta, ada nama incumbent Pdt Petra Rembang MTh dan Pdt Steven Manengkey STh.

Kursi Sekretaris Umum (Sekum) bagaimana? Perannya yang strategis membuat posisi diprediksi akan ketat. Sejauh ini nama Jeffry Saisab STh, Pdt Roy Lengkong STh, Pdt James Jocom STh, Pdt Novly Pua STh dan Pdt Teddy Kansil STh sering terangkat ke permukaan. “Semua akan sangat kelihatan di bulan Januari (2018, red) saat jemaat-jemaat akan mengirim nama nominasi di setiap posisi,” beber sejumlah ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) kepada koran ini.

Tak kalah hangat di posisi wakil sekretaris. Untuk Wakil Sekretaris Bidang Pekerja GMIM dan Pelsus nama Pdt Richard Mengko STh, Pdt Joice Sondakh STh, Pdt Akam Maleke dan Pdt Djeiny Ratuliu STh mulai disebut-sebut. Sedangkan untuk Wakil Sekretaris Bidang Informasi dan Data, Pdt Hesky Manus STh diprediksi jadi nominator terkuat.

Untuk posisi Wakil Sekretaris Bidang Hukum, HAM dan Sertifikasi Aset, Brian Waleleng SH disebut-sebut calon kuat. Panglima Panji Yosua P/KB GMIM yang saat ini juga menjabat Sekretaris BPPS GMIM itu, akan bersaing dengan Pnt Jonly Wendur SH. Sedangkan untuk bendahara, Meita Wala SE sepertinya akan jadi rival berat incumbent Recky Montong STh.

Ketua BPMJ Yerusalem Paal Dua Pdt Maria Rumagit mengharapkan, proses pemilihan BPMS dapat berjalan sesuai kehendak Tuhan. Siapa pun yang terpilih, itu karena Tuhan. “Kami berharap tidak ada unsur politik baik itu dalam uang dan hasutan yang ikut serta dalam pemilihan,” harap Rumagit.

Menurutnya, biarlah warga GMIM yang akan memilih nanti, menggunakan hak pilihnya sesuai rencana Tuhan. Tapi, pilihlah sesuai kehendak Tuhan. Dengan cara yang jujur, terbuka dan tentunya meminta pertolongan Tuhan. “Agar pemilihan BPMS dapat berjalan sesuai kehendak Tuhan dan yang dipilih pun akan betul-betul menjadi pelayan Tuhan yang tulus dan bertanggungjawab,” tambahnya.

Senada Pelayan Khusus Pnt Roudy Sumanti, Jemaat GMIM Victory Kairagi Weru. Dia menambahkan,  pemilihan BPMS 2018 dalam proses mekanismenya harus berjalan baik, benar dan jujur di mata Tuhan. “Tidak ada rekayasa atau setingan yang berbau politik. Karena adakalanya posisi di BPMS menjadi ajang pamer,” beber Sumanti.

Dia mengatakan, jangan sampai BPMS menjadi batu loncatan bagi politikus untuk menggapai kursi top legislatif dan eksekutif. Tidak dipungkiri, ini sudah menjadi konsumsi publik bukan rahasia lagi. “Siapapun yang terpilih nanti, mereka yang berintegritas dalam Kristus. Siap dalam pemberian diri yang tulus, rendah hati, sukacita melayani  dan menjadi teladan. Terpenting takut akan Tuhan,” harapnya.

Selain itu, Sym Jabir Manuarfa Jemaat Imanuel Pinaesaan mengungkapkan, pemilihan ini biarlah tetap mengikuti caranya Tuhan. Jangan ada campur tangan yang mencampurkan urusan pelayanan demi kepentingan politik dan pribadi. “Biarlah yang memilih dan terpilih semuanya dari Tuhan dan tetap memegang prinsip teguh seperti dalam Firman Tuhan,” pungkas Jabir. (tr-07/ite)

Kirim Komentar