31 Okt 2017 13:54

Waraney-Wulan Timbah Ilmu Jurnalistik di Graha Pena Manado Post

MyPassion
BAGI ILMU: Para finalis didampingi Kepala Disbudpar Agustivo Tumundo dan Redaktur Pelaksana Manado Post Filip Kapantow, saat berfoto di depan Graha Pena Manado Post, kemarin (30/10). Foto: Reza Mangantar/MP

MANADO – Graha Pena Manado Post kedatangan tamu istimewa, kemarin (30/10). Sebanyak 59 finalis (nama-nama di halaman 4)  Waraney Wulan Minahasa (WWM) berkunjung ke dapur redaksi Manado Post. Dihantar langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo, para finalis disambut hangat Redaktur Pelaksana (Redpel) Filip Kapantow. “Tentunya ini adalah kesempatan yang baik. Para finalis bisa belajar dan menambah pengetahuan tentang jurnalistik,” ucap Tumundo.

Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Minahasa ini mengatakan, perhelatan pemilihan WWM ini sebagai ajang tahunan dalam rangka menyambut HUT Minahasa. “Tahun ini kita kembali mengagendakan pemilihan WWM. Dimana saat ini mereka sudah masuk tahapan karantina dan malam puncaknya nanti Kamis (2/11),” kata Tumundo.

Dia menuturkan, pemilihan WWM jadi ajang untuk mencari putra putri terbaik Minahasa. “Nanti WWM akan menjadi duta pariwisata Minahasa, yang mencerminkan wajah Minahasa di luar daerah,” sebut Tumundo sembari meminta dukungan dari masyarakat Minahasa dalam kesuksesan pemilihan WWM ini.

Sebelumnya, saat mengawali Karantina, Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow mengatakan, kompetisi yang ada saat ini wajib diikuti seluruh peserta dengan sebaik-baiknya. Memperkaya diri dan ketrampilan, sehingga output yang dihasilkan nanti bisa berbicara banyak di ajang pemilihan berskala provinsi maupun nasional. “Saya mau yang menang dan menjadi utusan Waraney Wulan Minahasa mereka yang kompeten, edukatif dan memiliki ketrampilan,” ujarnya. “Jadi tidak hanya tampan dan cantik saja, tapi keseluruhan lengkap dalam satu paket,” harap JWS.

Pemilihan juri, lanjutnya, memiliki peranan penting menghasilkan juara yang berkualitas. Dirinya mengklaim jalannya pemilihan nantinya bakal berlangsung fair tanpa intervensi. “Tidak pernah, bahkan semenjak saya masih menjabat Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS), pemilihan remaja teladan berjalan secara profesional. “Selamat berkompetisi dan menambah wawasan. Memaksimalkan ajang ini sebagai batu loncatan kedepannya,” imbau JWS. (claudia/cw-01/fgn)

Kirim Komentar