31 Okt 2017 07:56
Langkah Awal Bongkar Ratusan Lokasi Hiburan Melanggar

Jangan Cuma Alexis

MyPassion

JAKARTA- Momentum penutupan Hotel dan Griya Pijat Alexis bisa membuka jalan untuk menutup tempat hiburan lainnya yang juga terbukti melanggar. Hal itu dilakukan agar adil dan untuk menyukseskan program Pemprov DKI dalam menegakan peraturan.

 

"Tindakan Gubernur Anies Baswedan itu sebuah langkah berani, dan dari satu sikap konsistennya dia (Anies-Sandi). Saya kira supaya berkeadilan, semua yang serupa juga. Saya kira konsekuensinya begitu," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, Senin (30/10).

Dia menjelaskan, Anies-Sandi sudah memiliki data yang lengkap hingga akhirnya menutup Alexis. Untuk itu, Taufik berharap, Pemprov DKI juga memiliki data di tempat lain yang terbukti melanggar.

"Ini kewenangannya gubernur sampai bisa memutuskan begini berarti sudah ada data lengkap. Kan ada pasti lengkap data adanya pelanggaran. Oleh karena itu, pemda harus punya data yang kuat karena bisa digugat kan. Jadi jangan cuma Alexis. Kalau punya data tempat lain ya coba dibuka dong," tutur Taufik.

Pemprov DKI melalui Dinas Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menolak daftar ulang TPUD Hotel dan Griya Pijat Alexis. Penolakan itu tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8.

"Kita akan coba konsisten ke depan dan pastikan sesuai dengan janji kita. Tidak akan membiarkan praktik-praktik seperti ini melenggang begitu saja, karena itu kita akan ambil langkah," terang Gubernur DKI Jakarta Anies.

Dengan tidak dilanjutkannya izin tersebut, Alexis dipastikan tidak bisa lagi melakukan kegiatan bisnisnya. Sehingga, segala kegiatan bisnis yang dilakukan setelah adanya keputusan itu bersifat ilegal. "(Izinnya) sudah habis per dikeluarkan. Suratnya sudah keluar hari Jumat kemarin," kata dia.

Anies tidak menyebut dasar pencabutan izin Alexis. Namun, berdasarkan surat yang dikeluarkan DPMPTSP Pemprov DKI tersebut, pertimbangannya antara lain sebagai pemberitahuan di media massa tentang kegiatan terlarang di sana. "Pemprov memiliki dasar dan ini menyangkut juga menjaga moral kita. Tapi dasar-dasar itu ada. Kami minta kepada semua pihak untuk menaati keputusan itu," kata Anies.

Anies pun menyebut Pemprov DKI akan senantiasa memantau pergerakan di sekitar Alexis dengan mengerahkan aparat keamanan. Sejauh ini, Anies akan menunggu respons dari manajemen Hotel Alexis soal ini, termasuk kemungkinan munculnya pengangguran dari dampak penutupan Alexis. "Nanti kami lihat reaksi dari sana. Tapi yang jelas posisi kami dan sudah tahu kok, ini kan bukan barang yang baru tahu hari ini, sudah berbulan-bulan tahu," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu pun mengatakan akan selalu berusaha konsisten dengan janji mereka saat kampanye, yakni tidak membiarkan praktik prostitusi melenggang begitu saja.

"Jangan coba-coba, kalau Anda coba-coba, maka kami akan tindak dengan tegas. Siapa pun, di mana pun, siapa pun pemiliknya, berapa lama pun usahanya, bila melakukan ini praktik-praktik amoral, apalagi menyangkut prostitusi, kami tidak akan biarkan," kata Anies.

Menanggapi hal itu, Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru Sugiyanto mengapresiasi penutupan Alexis oleh Gubernur Anies. Menurut dia, tempat hiburan lain diharapkan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran. "Jangan seenaknya membuka usaha dengan menabrak peraturan," tegas dia.

Berdasarkan informasi yang beredar, di ibu kota terdapat ratusan hotel esek-esek sejenis Alexis yang belum tersentuh. Usaha tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Jakarta seperti Gunung Sahari, Taman Sari, Mangga Besar, Kelapa Gading, Daan Mogot, dan berbagai wilayah lain. Hotel-hotel itu menyediakan hiburan dan seks untuk para pelanggannya.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Pemantau jakarta (LPJ) Asep Setiawan meminta semua pihak bersikap ‘latah’ dengan mendesak Anies-Sandi menutup seluruh tempat hiburan yang melanggar.

“Gubernur Anies itu sudah menetapi janjinya dengan menutup tidak memberikan izin ke Alexis karena banyak pelanggarannya. Tapi jangan juga memaksa Anies untuk segera menutup yang lainnya. Pak Anies pastinya akan memeriksa terlebih dahulu usaha hiburan yang melanggar,” tukas Asep. (jpg/vip)

Kirim Komentar