30 Okt 2017 14:42

Catalunya Terpecah, Ratusan Ribu Orang Dukung Persatuan di Spanyol

MyPassion
Ilustrasi. Foto: REUTERS/Ivan Alvarado

BARCELONA - Jalanan Barcelona, Spanyol, menjadi lautan manusia kemarin, Minggu (29/10). Ratusan ribu penduduk turun ke jalan dalam aksi mendukung persatuan di Spanyol. Itu adalah aksi massa terbesar oleh kelompok yang menentang perceraian Catalunya dari Spanyol.

Kepolisian setempat memperkirakan jumlahnya sekitar 300 ribu orang. Tapi, penyelenggara aksi mengklaim bahwa massa mencapai 1,1 juta orang.

”Mantan pemimpin separatis Catalunya tidak memiliki hak untuk berbicara atas nama seluruh penduduk di wilayah ini,” cetus Josep Borrell, warga Barcelona yang juga mantan presiden Parlemen Eropa.

Dia meminta penduduk Catalunya berpartisipasi dalam pemilu yang digelar pemerintah pusat 21 Desember nanti agar para pendukung kemerdekaan memiliki suara yang rendah di parlemen.

”Kini kita memiliki kesempatan emas. Kali ini tak seorang pun boleh tinggal di rumah (selama pemilu, Red),” tambahnya.

Referendum 1 Oktober lalu yang berujung deklarasi kemerdekaan Catalunya memang banyak dianggap tak mewakili suara penduduk. Sebab, yang berpartisipasi hanya 43 persen dari keseluruhan penduduk yang memiliki hak suara.

Saat itu mantan pemimpin Catalunya Carles Puigdemont mengklaim bahwa tingkat kehadiran rendah karena banyaknya polisi yang melarang penduduk memberikan suara.

Banyaknya demonstran yang turun ke jalan kemarin seakan menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Catalunya masih ingin bermesraan dengan Spanyol. Mereka tak ingin berpisah.

Bendera Spanyol dalam berbagai ukuran bertebaran di mana-mana. Massa juga berkali-kali meneriakkan agar Puigdemont dipenjara saja. Lagu Viva España juga berkali-kali dikumandangkan para demonstran.

Belum diketahui saat ini Puigdemont dan keluarganya berada di mana. Pidatonya seusai deklarasi kemerdekaan adalah rekaman, bukan secara langsung. Beberapa media menyebutkan bahwa saat itu dia tengah berada di sebuah bar. (Reuters/Euro News/BBC/sha/c9/any)

Kirim Komentar