28 Okt 2017 08:59

Ganti Rugi Lahan Dikeluhkan

MyPassion

MANADO—Ganti rugi lahan proyek normalisasi daerah aliran sungai Tondano dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) I dikeluhkan. John Kailas warga Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang yang tinggal pinggiran sungai mengatakan, Maret lalu sudah ada pembayaran pergantian lahan tahap pertama Rp 100 juta  untuk ukuran 2x10 meter. “Pemerintah menjanjikan tahap kedua akan dibayarkan Agustus. Tapi sampai saat ini, tidak ada lagi sosialisasi dari pemerintah dalam membahas ganti rugi,” kata Kailas.

 

Menurut Kailas, keseluruhan lahan dan bangunan miliknya akan kena pembebasan. Maka diharapkan, ada sosialisasi cepat dari pemerintah dalam menyelesaikan pembayaran tahap kedua. “Kalau pembayaran belum selesai. Bagaimana kami mencari rumah tinggal baru,” jelasnya.

Kailas berharap, kiranya ganti rugi tahap kedua ini tidak menurun karena ada kabar menyebut biaya ganti rugi akan turun. “Kami harap pembayarannya sama seperti tahap pertama,” sebutnya.

Kepala BWSS I melalui Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Sungai Ridleiy Namare ketika dikonfirmasi mengatakan, normalisasi daerah Sungai Tondano dengan panjang 1,6 kilometer dari Jembatan Megawati sampai pertigaan Komo, realisasinya sudah 50 persen.”Memang masih ada wilayah yang belum digusur. Tetapi dalam waktu dekat akan dilakukan ganti rugi,” ungkapnya.

  Menurut Namare, proses ganti rugi sudah sesuai dengan aturan, tidak ada permainan. “Karena dana pembebasan lahan dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sedangkan proyek normalisasi 59 miliar bantuan dari Jepang,” tandasnya. (lerby/ite)

Kirim Komentar