28 Okt 2017 09:05
Diatur Dalam PP 53 Tahun 2010

ASN Di-warning Jadi Pengemudi Taxi Online

MyPassion

MINUT — Banyak warga Minahasa Utara (Minut) yang bergabung dengan Grab atau gocar. Bahkan isu yang berkembang adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendaftarkan diri sebagai pengemudi taksi online, bahkan diisukan bekerja saat jam kerja, menjadi perhatian serius Pemkab Minut.

 

“ASN tidak bisa terikat kontrak dengan perusahan asing. Hal tersebut ditegaskan dalam PP 53 tahun 2010, tentang disiplin ASN, melarang bekerja di perusahaan asing. Karena grab atau gocar ini dari perusahan asing. Kan saat kerja disitu, mereka membuat perjanjian atau kontrak. Makanya ASN tidak boleh," kata Sekkab Minut Ir Jemmy Hengky Kuhu MA didampingi Plt Kepala Dinas Perhubungan Minut Drs Aldrin Posumah MSi.

Lanjut Posumah, ASN bertugas dari pagi sampai sore, makanya ASN tidak bisa bekerja diluar jam kerjanya. Memang benar dapat izin dari Kementerian Perhubungan. “Tapi kan ditiap kabupaten/kota melarang dan ASN memang tidak bisa bekerja diluar tugasnya. Apalagi ada kontrak dengan perusahan asing. Kalau untuk THL tidak dikatakan dalam aturan," terang Aldrin.

Tambah Kuhu, intinya melarang ASN terikat kontrak dengan perusahan asing. Atau bekerja diluar tugasnya. Karena ASN itu wajib berada di kantor selama jam kerja. "Kalau kedapatan ada ASN bekerja sebagai driver Gocar atau Grab, pasti akan ada sanksi. Apakah ada hukuman ringan, sedang, teguran lisan dan tertulis, penundaan gaji berkala atau pangkat. Kalau sudah berat, maka akan dinonjob. Dan bisa-bisa diberhentikan," beber Kuhu. (tr-01/ria)

Komentar
Kirim Komentar