27 Okt 2017 10:08
JK Pernah Tertahan di LA Karena Administrasi

Penolakan Jenderal Gatot ke AS Salah Komputer

MyPassion
Panglima TNI Gatot Nurmantyo

JAKARTA – Penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat ternyata karena kesalahan teknis administrasi. Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan telah membaca surat resmi permintaan maaf dan penjelasan dari pemerintah AS. Dia menuturkan dengan penjelasan itu insiden pada Sabtu (21/10) petang itu dianggap sudah selesai.

            JK menuturkan dalam surat resmi yang dia terima itu disebutkan ada masalah administratif yang membuat Gatot pada awalnya ditolak saat check in. Dia menganggap kesalahan administratif tersebut berkaitan dengan komputer. ”Tapi, administrasinya (AS) lewat mesin semuanya. Jadi berarti kesalahan komputer,” ungkap dia usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Istana Wakil Presiden, kemarin (26/10).

            Apalagi dari informasi yang dia terima, data manifest penumpang pesawat yang akan berangkat ke Amerika Serikat itu harus dikirimkan terlebih dahulu ke negeri Paman Sam itu. Termasuk untuk maskapai Emirates. Data penumpang tersebut dicek terlebih dahulu untuk dipastikan faktor keamanannya.

            ”Jadi mungkin masuk komputer, tiba-tiba ada Gatot yang sama, ya mungkin ada masalah, ya dikira inilah itu. Nama Muhammad, nama Gatot bermasalah di Amerika,” ujar JK lantas tersenyum.

            Wapres menuturkan dia pun pernah tertahan pesawatnya di Los Angeles, Amerika Serikat. Pada waktu itu ada dua orang staf yang ikut dalam rombongan JK dianggap bermasalah. Pada waktu itu, langsung menjalin komunikasi dengan pejabat di Washington DC.

            ”Kenapa dua orang ini? Ternyata administrasi itu. Pesawat saya, saya sendiri tertahan. Apa boleh buat. Sudah di pesawat pun sejam tidak bisa berangkat. Jadi komputer masuk salah, ya keluar salah,” ungkap dia.

            Dengan penjelasan dari Pemerintah AS tersebut, JK mewakili pemerintah Indonesia menganggap persoalan yang sempat membuat kesal itu telah selesai. Dia juga mengapresiasi permintaan maaf yang telah disampaikan secara resmi oleh pemerintah AS.

            ”Jadi ya sudah lah, kita juga tidak ingin bertengkar terus. yang penting Amerika sudah minta maaf. Amerika tidak mudah loh minta maaf,” tutur pria 75 tahun itu.

 

             Pemerintah Indonesia tidak akan menuntut lebih dari penjelasan dan permintaan maaf. Karena dengan mengakui adanya kesalahan bagi negara sebesar Amerika itu sudah besar efeknya. Kementerian Luar Negeri Indonesia juga sudah memanggil pejabat Kedubes AS di Jakarta untuk melayangkan protes tersebut. ”Ya sudahlah. Mudah-mudahan lain kali tidak terjadi walaupun kita marah juga, jengkel juga,” tambah JK.

            Sebelumnya pada Senin (23/10), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memanggil Plt Wakil Dubes Amerika Serikat Erin Elizabeth Mckee untuk meminta penjelasan atas gagal berangkatnya Gatot ke AS. Pada saat itu belum ada penjelasan resmi yang membuat Gatot beserta istri dan delegasi dari TNI gagal memenuhi undangan Panglima Angkatan bersenjata AS Jenderal Joseph F Dunford.

Meskipun pada pertemuan itu permintaan maaf juga sudah disampaikan. Gatot pun sudah dijamin bisa masuk ke AS tanpa ada pelarangan lagi dari US Custom and Border Protection. Tapi, lantaran Gatot sudah melaporkan penolakan itu ke Presiden Joko Widodo, Menlu Retno Marsudi, dan Menkopolhukam Wiranto, dia pun tidak jadi berangkat. Karena harus mendapatkan restu atau perintah terlebih dari presiden.  (JPG/vip)

Kirim Komentar