27 Okt 2017 10:59
Rutin Patroli di Perairan Talaud

Patroli AL Periksa Dua Kapal Jaring

MyPassion
JALANKAN TUGAS: Salah satu tim patroli TNI AL yang turun memantau kondisi perairan Talaud, kemarin. foto: Fikantri Kaesang/MP

TALAUD— Pangkalan TNI Angkatan Laut Melonguane di bawah pimpinan Letkol (Mar) Moh Maftukin laksanakan patroli di perairan Talaud. Seperti terpantau Kamis (26/10) kemarin. Rombongan patroli start dari Pelabuhan Melonguane menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Karakelang .

Komandan KAL Karakelang Kapten Laut (P) Idul Fahirun dan crew, Kasatker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Melonguane Pitron Maalua, Kabid Penindakan Badan Kesbangpol Jerry Losoh, dan awak media turut serta. Patroli dimulai di Pelabuhan Beo, kemudian berbalik lanjut melewati Pulau Salibabu dan mengelilingi Pulau Kabaruan.

Saat patroli di perairan Bowombaru, hendak balik ke Melonguane, TNI AL dan PSDKP berhenti sejenak melakukan pemeriksaan dua kapal ikan asal Bitung. Ditemukan alat tangkap dan rumpon yang tertera dalam dokumen tak sesuai izin. "Patroli seperti ini tentu akan terus dilakukan. Ini upaya TNI AL mengantisipasi pelanggaran di perairan. Ini juga dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Maftukin, kemarin.

Hal senada disampaikan Maalua. Dikatakan Maalua, monitoring yang dilakukan akan memberikan multi effect. Selain penegakan hukum juga memberikan pemahaman pada masyarakat aparat senantiasa bekerja ekstra dalam pengabdiannya. "Kami juga turun lakukan pemeriksaan dua kapal ikan yang kedapatan berada di laut Talaud. Ditemukan alat tangkap dan rumpon yang tertera dalam dokumen tak sesuai izin. Diberikan peringatan untuk kemudian dilengkapi sesuai aturan," katanya.

Mengingat, cuaca yang tak menentu, Maftukin mengimbau masyarakat untuk selalu tanggap dan waspada bencana. "Waspada kalau melaut. Yang ada di pesisir pantai waspada gelombang tinggi, di bantaran sungai kiranya mewaspadai banjir, di daerah gunung atau tebing waspadailan longsor. Ini semua harus dilakukan untuk menghindari hal yang tak diinginkan," tambah Maftukin.(fik/gel)

Kirim Komentar