27 Okt 2017 14:26
Jamnas Tagana Resmi Ditutup

Dapat Mobil Dapur Umum

MyPassion
TERIMA BANTUAN: Ir Harry Hikmat memberikan bantuan kendaraan bermotor bagi Dinas Sosial kabupaten Minahasa yang diterima Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS) didampingi Wabup Ivan Sarundajang. Foto: Julius Laatung/MP

MINAHASA – Jambore Nasional (Jamnas) Taruna Tanggap Bencana (Tagana) nasional dan ASEAN resmi ditutup. Penutupan yang dilangsungkan kemarin (26/10) ini dihadiri oleh Wagub Sulut Steven Kandouw mewakili Gubernur Olly Dondokambey. Dalam  penutupan, Pemkab Minahasa kebagian satu unit mobil dapur umum bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ditambah tiga unit kendaraan roda dua operasional Tagana.

Direktur Jenderal (Dirjena) Perlindungan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat mengatakan, bantuan tersebut kiranya mampu dipergunakan guna kemajuan Tagana yang ada di Minahasa dan Tomohon. Lebih dari itu, dirinya berharap lewat gelaran kegiatan yang berlangsung kurang lebih empat hari ini, mampu meningkatkan kualitas dan layanan anggota Tagana.

“Terlebih, wawasan peserta makin bertambah lewat edukasi bersama negara ASEAN dan tiga negara asing.  Diharapkan kita makin tanggap dan cekatan disaat mengantisipasi dan menangani korban bencana nantinya,” katanya. Dia pun menegaskan, Tagana akan terus hadir di tengah masyarakat.  “Tagana hadir ditengah masyarakat dan selalu siap siaga,” ungkap Hikmat.

Dia berharap, seluruh peserta Jamnas bisa kembali ke daerah masing-masing, membawa pulang ilmu dan bekal yang didapatkan selang empat hari berturut.  “Karena melalui Jamnas ini jadi barometer kita untuk mengukur sejauh mana kapasitas kita ketika terjadi bencana, karenanya sekembalinya ke daerah, semua peserta bisa membagi ilmu dan pengetahuan yang didapatkan saat mengikuti Jamnas tahun ini,” ungkap Hukmat sembari berharap Jamnas ini menjadi pemersatu semua anggota Tagana yang berjumlah 35.054 orang  se-Indonesia.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Wagub Steven Kandouw mengapresiasi rangkaian kegiatan yang memberikan dampak positif bagi Sulut. “Lewat Jamnas ini, tentunya berharap kesadaran dan kewaspadaan mengantisipasi bencana perlu kolektivitas semua pihak,” ucapnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini berterima kasih bagi Kemensos yang sudah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah. “Jadi modal penting juga bagi kita, makin tanggap dan waspada terhadap bencana. Karena Sulut punya potensi dan varietas bencana yang lengkap. Mari kita bersama menjadi pelopor keselamatan,” Singkat Kandouw.

Jamnas Tagana nasional dan ASEAN ini diikuti lebih dari 1.400 peserta dari 35 provinsi. Serta peserta dari luar negeri.  Sejumlah aksi sosial kemasyarakatan pun dilakukan (lihat grafis, red).

Turut ikut dalam penutupan, Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS), Forkopimda Minahasa serta beberapa kepala daerah yaotu Wakil Gubernur Banten, Wakil Gubernur Kalsel, Bupati Taliabu, Bupati Sumbawa serta utusan negara Asean masing-masing Filipina, Kamboja, Malaysia dan Jepang serta unsur Forkompimda Provinsi Sulut dan Kota Tomohon. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar