26 Okt 2017 13:55

Baru 1.104 Nelayan Tercover Asuransi

MyPassion

MINAHASA – Penjaminan keselamatan nelayan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa. Namun, perlindungan keselamatan melalui asuransi nelayan ini belum maksimal. Tercatat, dari hampir 6 ribu nelayan yang ada di Minahasa, tercatat baru 1.104 yang ter-cover asuransi. “Dua tahun terakhir sudah berjalan.  Terdata, dari enam ribu nelayan di Minahasa, baru 1.104 yang terdaftar dan terlindungi asuransi,” beber Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Minahasa Revly Mambu.

 

Dia menjelaskan, sampai saat ini, sudah ada empat nelayan sudah diberikan santunan. “Masing-masing sebesar 160 Juta,” ujarnya. Mantan Kadis Pertanian ini menambahkan, ada kendala hingga nelayan belum tercover maksimal. “Kami terkendala soal registrasi dan validasi nelayan. Tidak tercantumnya profesi nelayan di Kartu Tanda Pengenal (KTP), itu jadi masalah utama,” katanya.

Karena, lanjutnya, ketika diverifikasi berkas yang mereka ajukan, di KTP tertera pekerjaan Swasta. “Olehnya, kita juga mendata kembali seluruh nelayan dan diberikan kartu nelayan. Selain itu, mereka juga kita arahkan untuk membentuk Koperasi Usaha Bersama (KUB), sehingga bantuan berupa alat tangkap dan kapal bisa diberikan," jelasnya.

Sementara terkait bantuan kapal, pihaknya mengakui ada bantuan kapal yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Rencananya Desember ada 40 bantuan kapal dari dana APBN kita salurkan asalkan mereka di bawah naungan koperasi. Nah, untuk APBD ada 11 unit  bermesin 3 GT,” bebernya. “Di laut empat dan di danau tujuh unit. Bantuan tersebut juga tidak bisa disalahgunakan, artinya dijual bisa dituntut hukum,” tukasnya.

Sementara, terkait produksi ikan di Minahasa,Kepala Bidang Budidaya DKP Minahasa Mario Manengkey mengatakan, sepanjang tahun ini produksi ikan di Minahasa mengalami peningkatan sekitar 20 persen. “Didominasi ikan air tawar, mujair, nila dan nilem dengan produksi sebanyak 60 ribu ton. Dari total jumlah sekitar 110 ribu ton. Karena memang sesuai dengan karakteristik wilayah perairan kita. Terlebih, dua tahun terakhir ini serangan hama tak lagi terjadi,” singkatnya. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar