24 Okt 2017 08:44

Menhan AS Minta Maaf

MyPassion
Gatot Nurmantyo

JAKARTA—Terkait pelarangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat (AS), Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) James Mattis minta maaf. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Totok Sugiharto, permohonan maaf tersebut disampaikan disela agenda pertemuan Menhan AS dengan menhan se-ASEAN di Filipina kemarin.

 

"Menhan AS James Mattis, siang ini (kemarin) menyampaikan permohonan maaf kepada Menhan RI Ryamizard Ryacudu," ungkap pria yang akrab dipanggil Totok itu. "Permintaan maaf disampaikan secara khusus sebelum menhan AS bertemu para menhan ASEAN yang saat ini sedang melakukan pertemuan tahunan," tambah salah seorang perwira tinggi TNI AD bintang satu tersebut.

Plt Wakil Dubes AS Erin Elizabeth Mckee menyampaikan kembali permohonan maaf dari AS atas kejadian yang kurang menyenangkan itu. "Tadi pagi kami bertemu untuk menegaskan kembali strategic partnership kami. Kerja sama kami cukup luas. Dari bidang ekonomi hingga keamanan. Kami juga meminta maaf atas kejadian itu," kata Mckee kepada wartawan saat ditemui di kantor Kemlu kemarin (23/10).

Pada kesempatan itu Mckee juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyelesaikan masalah yang terjadi sehingga Gatot ditolak masuk AS. Menurut Mckee, saat ini, Gatot sudah bisa bertandang ke AS tanpa ada larangan seperti sebelumnya. "Kami menerima Jenderal Gatot di AS," ucap perempuan yang juga merupakan Direktur Misi Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) itu.

Mckee berharap kejadian tersebut tidak akan terulang lagi. Mckee juga memastikan bahwa pihaknya tengah memfasilitasi komunikasi antara Gatot dan Durford terkait hal tersebut. "Kami menghormati Jenderal Gatot dan berharap insiden serupa tidak terjadi lagi," katanya.

Terkait dengan alasan AS melarang Gatot masuk ke negaranya untuk memenuhi undangam Durford, Mckee menolak menjawab. Dia memilih berlalu meninggalkan para awak media yang bertanya mengenai hal tersebut.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemarin memanggil pejabat Kedutaan Besar AS di Indonesia untuk meminta klarifikasi atas larangan tersebut. Tapi, alasan pelarangan itu ternyata belum terungkap pula dalam pertemuan di kantor Kemenlu.

Menlu Retno Marsudi menuturkan telah memanggil Wakil Dubes AS untuk Indonesia untuk meminta klarifikasi atas tidak diizinkannya Gatot masuk ke AS. Sehari sebelumnya, dia juga menelepon Dubes AS membahas hal yang sama. Hanya saja, belum ada penjelasan signifikan dari pihak kedubes atas penolakan masuk itu.

’’Mereka regret and apology (menyesal dan meminta maaf) terhadap situasi yang terjadi, yang tentunya menyebabkan ketidaknyamanan ini,’’ terang Retno di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (23/10).

Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Dubes AS juga sudah memastikan bahwa larangan masuk itu sudah dicabut dan Gatot dipersilakan melanjutkan kunjungan ke AS. Retno menuturkan, di satu sisi pihaknya bisa menerima penjelasan atas pencabutan larangan tersebut. ’’Tetapi yang kedua, kita sampaikan bahwa kita tetap meminta klarifikasi, penjelasan, kenapa hal tersebut terjadi,’’ lanjut diplomat 54 tahun itu. Indonesia akan tetap menunggu penjelasan dari AS.

Saat ini, lanjut Retno, pihak kedubes masih berkoordinasi dengan otoritas lainnya di AS. Mengingat, saat permintaan klarifikasi itu disampaikan, di Washington masih Minggu malam. ’’Saya sampaikan bahwa ada urgensi bahwa pemerintah Indonesia ingin mendapatkan penjelasan dan klarifikasi,’’ tambahnya.

Sebelumnya pada Sabtu (21/10) sore, Gatot bersama istri dan delegasi dari TNI tidak bisa berangkat ke Washington DC, AS untuk menghadiri pertemuan panglima angkatan bersenjata se Asia Pasifik yang berlangsung kemarin hingga hari ini (24/10). Pada saat check in mereka mendapatkan pemberitahuan secara lisan dari petugas maskapai Emirates dilarang masuk AS oleh US Custom and Border Protection.

Padahal, Gatot ke AS dengan undangan resmi dari Panglima Angkatan bersenjata AS Jenderal Joseph Francis Dunford Jr. Visa dan persyaratan administratif lainnya sudah dipenuhi seluruhnya.(jpg)

Kirim Komentar