23 Okt 2017 13:04

Yasti: Santri Pelopor Kedamaian

MyPassion
BERBAUR: Bupati Yasti Mokoagow bersama para tokoh Muslim se-Sulut, dalam peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10) di Pesantren Al Lutfi, Desa Lolanan, Kecamatan Sangtombolang.

BOLMONG—Santri diharapkan jadi teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemudian wajib memegang prinsip dan meneladani semangat revolusi jihad ketika menghadapi ancaman yang mengancam eksistensi dan ideologi NKRI. Hal ini dikatakan Bupati Bolmong Yasti Mokoagow.

“Untuk itu mari kita wujudkan Nahdlatul Ulama. Yaitu para ulama dan santri sebagai pelopor dalam mewujudkan kedamaian dunia. Yang senantiasa mengajarkan dakwah Islam yang ramah, Islam yang mengajak bukan mengejek. Karena Islam adalah agama yang mengajarkan kita tentang kedamaian,” tuturnya, di sela-sela peringatan Hari Santri Nasional tahun 2017 se-Sulut, yang dipusatkan di Pesantren Al Lutfi, Desa Lolanan, Kecamatan Sangtombolang Minggu (22/10).

Menurutnya, Hari Santri jadi momen bersilaturahmi. “Sehubungan dengan kegiatan ini. Saya, selaku pribadi, keluarga, dan atas nama pemerintah Bolmong mengucapkan selamat. Semoga Hari Santri Nasional ini, para santri semakin hebat dan NKRI semakin kuat,” tandas mantan anggota DPR RI ini.

Hadir dalam peringatan Hari Santri Nasional, anggota DPRD Sulut Hi Ayub Ali Albugis, Anggota DPRD Bolmong Yusra Alhabsy, kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi Sulut, kepala Kantor Agama Bolmong, unsur Forkopimda. Seluruh pengasuh Pondok Pesantren se-Sulut serta para santri. Usai peringatan, bupati pun meresmikan pencanangan Desa Lolanan, sebagai Desa Santri di Bolmong.(tr-03/gnr)

Komentar
Kirim Komentar