23 Okt 2017 08:47

Undang Jonan, Bara Bantu Sulut

MyPassion
UNTUK SULUT: Bara Hasibuan ikut mendampingi Menteri ESDM Jonan Ignasius saat meresmikan sumur bor di Minut, Sabtu (21/10). foto: Baladewa Setlight/MP

MANADO—Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, anggota DPR-RI dapil Sulut Bara Krishna Hasibuan, mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jonan Ignasius mengunjungi Sulut. Sabtu (21/10) pekan lalu, Menteri Jonan menghadiri sejumlah kegiatan, didampingi Bara. Pertama dialog pemuda lintas agama yang digelar di Hotel Four Point, kemudian kuliah umum di Unsrat, terakhir peresmian sumur bor di Minut.

Dalam kunjungan ini, sejumlah pesan dan motivasi disampaikan Menteri Jonan untuk masyarakat Sulut. Di antaranya mengenai dirinya tidak pernah merasa minoritas dengan agama yang dianut. "Saya Katolik 100 persen, saya Indonesia 100 persen," ungkapnya, sembari menambahkan tidak boleh memperdebatkan yang menjadi urusan pribadi. Toleransi yang paling utama dan perbedaan jangan dipertentangkan. “Rasa kebangsaan harus dikuatkan,” ujar Jonan dalam diskusi yang juga dihadiri anggota DPD RI Marhany Pua dan Direktur PT Freeport Tony Wenas.

Dalam dialog ini juga Bara mengaku sangat bangga menjadi perwakilan masyarakat Sulut di DPR-RI. "Apapun warna kulitnya, apapun ras, dan agama, hidup rukun dan damai itu indah," ucapnya sembari menambahkan kekuatan Indonesia sebenarnya yaitu keanekaragaman. Politikus PAN ini juga memuji komitmen Menteri Jonan dalam menjalankan tugas. “Beliau kerjanya nyata, tanpa banyak suara,” tukasnya.

Selanjutnya saat bertemu dengan mahasiswa Unsrat, baik Menteri Jonan maupun Bara, memberi motivasi bagi generasi muda Sulut untuk menggapai cita-cita dan ikut membangun bangsa. Dalam kuliah umum yang bertemakan kepemimpinan abad ke 21, Jonan menyelipkan foto orang hebat dan sukses. “Kita harus ingat, ada hal yang bisa dibeli dengan uang ada hal yang tidak bisa. Itupun tidak bisa dipaksakan,” tuturnya. Ditambahkan Bara, mahasiswa harus menunjang program pemerintah dan bersama mengawasi jalannya program tersebut.

Agenda Menteri Jonan dan Bara berakhir di Desa Warisa, Minahasa Utara. Bersama Gubenur Olly Dondokambey, sumbangan sumur bor dari Kementerian ESDM diresmikan. Diketahui sumur bor yang dibangun sebanyak lima buah dan tersebar di Sulut. Desa Warisa salah satunya. Ini juga hasil kerja sama DPR-RI Komisi VI yang dihuni Bara, dengan Kementerian ESDM.

Gubernur berterima kasih dengan bantuan ini. Pemerintah Sulut juga akan mengirimkan proposal kepada pemerintah pusat dengan harapan anggota DPR-RI Bara Hasibuan bisa mengawal proposal pengajuan penambahan sumur bor.

Bara mengapresiasi pemerintah pusat karena begitu peduli dengan Sulut. Menurutnya ini adalah bantuan yang sangat berharga karena memudahkan akses masyarakat untuk mencari air bersih. "Kiranya masyarakat dapat terbantu dan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidupnya," ujar Bara, sembari menambahkan, dia akan lebih banyak memperjuangkan untuk Sulut. “Agar keberadaan putra daerah di DPR-RI dapat memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” tutup Bara.(ctr-03/gel)

Kirim Komentar