23 Okt 2017 11:19

Sangihe Dua Hari Tanpa Nasi

MyPassion
ANTUSIAS: Masyarakat Kecamatan Tamako sangat antusias menyambut kedatangan Bupati Jabes Gaghana, Wabup Helmud Hontong bersama Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Sangihe menaiki mobil berbentuk perahu. Foto: Sriwani/MP

SANGIHE- Implementasi program Service Power For Sangihe (SPFS) melalui program Me'daseng (tinggal di rumah warga) mendapatkan respon positif masyarakat. Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME dan Wakil Bupati Helmud Hontong SE selama dua hari tinggal dengan masyarakat, mulai Jumat (20/10), sampai Sabtu (21/10), pekan lalu.  Sebelumnya program Me’daseng sudah dilakukan di tiga kecamatan yakni Manganitu, Tabukan Utara (Tabut).

Dari pantauan, di hari pertama Me'daseng diselenggarakan di Kampung Kalinda.  Hari kedua dilaksanakan di Kampung Hesang, sedangkan acara penutup di Kampung Nagha II. Tampak masyarakat dari 20 Kampung di Kecamatan Tamako begitu antusias menunjang program Me’deseng. Hal ini membuat pemerintah dan masyarakat semakin menyatu. 
Bupati merasa bangga melihat respon masyarakat terhadap program Me'daseng. Menurutnya, masyarakat di Kecamatan Tamako sangat antusias. Apalagi dalam kegiatan menyerap aspirasi masyarakat. “Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan mendorong kami untuk menjawab dan mengerti betapa masyarakat berusaha ingin keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Hal inilah yang membuat masyarakat semakin maju," ungkap Gaghana, usai kegiatan ramah tamah di Kampung Hesang.


Bupati pilihan rakyat tersebut, juga mengapresiasi masyarakat yang ingin menerapkan sistim makan dua hari tanpa nasi, yang jatuh pada hari Selasa dan Jumat. Me'daseng kali ini juga merupakan Kecamatan pertama dicanangkannya two days no rice. “Kami mensosialisasikan program dua hari makan tanpa nasi pertama kalinya. Dan program ini sangat menguntungkan dari segi ekonomi, dimana dalam sehari uang yang dikeluarkan masyarakat dalam membeli beras bisa mencapai Rp 600 juta, sehingga akan lebih hemat,” katanya.

Bupati mengharapkan, makanan untuk dua hari tanpa nasi dapat diisi dengan membeli makanan yang dihasilkan dari masyarakat petani seperti sagu, pisang, ubi kayu, ubi jalar dan talas. “Selain itu, program ini juga menguntungkan dari segi kesehatan, dimana akan mengurangi kadar gula di dalam tubuh," tutur Bupati sembari tersenyum.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Helmud Hontong SE terkesan terhadap sambutan masyarakat dalam kegiatan Me'daseng. Apalagi dengan kreasi dan inovasi yang diberikan masyarakat khususnya petani, melalui hasil tanaman yang menegaskan petani yang berhasil. 
"Dari kegiatan Me’daseng pertama, kedua dan ketiga kesannya sangat luar biasa. Dimana setiap kampung menonjolkan inovasi dan kreasi masing-masing yang mendukung kesejahteraan masyarakat," tutur Hontong sambil mengajukan jempol.

Salah satu masyarakat Kampung Nagha II Markus Makaudis sangat mengapresiasi gebrakan yang dilakukan pemerintahan saat ini. Mulai dari menyerap aspirasi masyarakat, pencanangan dua hari tanpa nasi, pencanangan Kampung KB, kaehe buresi (Sabtu bersih). Juga penanaman bibit jagung di kebun, pasar murah, pengobatan gratis, rekam cetak KTP-el dan pemberian bantuan.

"Semua terobosan yang dilakukan sangat baik untuk masyarakat Sangihe. Ini satu-satunya pemimpin yang tinggal bersama masyarakat, mendengar aspirasi serta memberi jalan keluar bagi masyarakat," ungkap pria paruh baya ini, saat mengikuti kegiatan menyerap aspirasi. (tr-08/ite)

 

Kirim Komentar