19 Okt 2017 09:06
Ayub Junus, Diplomat Handal Sulut

Putra Minahasa Kepercayaan Latvia

MyPassion
Ayub Junus

Dia pernah menjabat Kepala Perwakilan Kamar Dagang dan Industri Latvia (LCCI) untuk Indonesia. Kepercayaan tertinggi ketika menjabat Kepala Kantor Perwakilan Negara Republik Latvia dengan jabatan Konsul Kehormatan Republik Latvia di Indonesia.

 

Laporan: Rangga Mangowal, Jakarta

LAHIR di Manado 1964, Ayub Junus menghabiskan masa kecil hingga beranjak dewasa di tanah Minahasa. "Memang ayah saya Jawa, namun saya lahir dari rahim Minahasa asli. Ibu saya asli Desa Sonder. Jadi saya adalah Minahasa asli," ungkapnya semangat ketika ditemui Manado Post di gedung wisma BNI 46, Sudirman, Jakarta, Rabu (18/10) kemarin.

Dia sempat kuliah di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado walaupun hanya sampai semester enam. "Saya kuliah di Fakultas Ekonomi kemudian pindah ke luar negeri. Memang saat itu banyak yang bertanya kenapa saya membuang waktu kuliah, tapi saya melihat sesuatu yang lain. Saya melihat bahwa saya punya peluang lebih besar lagi, dan saya mengambil kesempatan itu dan ternyata saya bisa berhasil," kenangnya.

Melanjutkan pendidikan di Inggris, Ayub menyelesaikan Diploma Pascasarjana Administrasi Kepelabuhanan dan Perkapalan di Universitas Cardiff pada 1988. Dia kemudian melanjutkan ke Universitas Plymouth dan lulus dengan strata dua bergelar Master of Science di bidang studi Perkapalan Internasional pada 1990.

"Selain itu saya juga memiliki kualifikasi bidang kejuruan logistik dan transportasi serta ekspor. Dari itu saya menjadi anggota dari badan kejuruan bergengsi dari Inggris yaitu The Chartered Institute of Logistics & Transport and Institute of Export. Itu juga merupakan kebanggaan diberi kesempatan untuk menjadi anggotanya," ujar Sekjen Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) ini.

Pengalaman kerja, kompetensi dan kepemimpinan yang dimilikinya membuat dia dipercaya sebagai mitra pengusaha asing di Indonesia. Keterlibatannya di kancah internasional bisa dikatakan sangat berhasil. Dia diakui dengan dipercayakan beberapa organisasi internasional dengan posisi strategis.

Beberapa di antaranya seperti Panitera Pendaftaran Bendera Kapal Negara Barbados dan Sierra Leone khusus untuk Indonesia, Kepala Perwakilan Kamar Dagang dan Industri Latvia (LCCI) untuk Indonesia. Kepercayaan tertinggi yang diberikan kepadanya adalah Kepala Kantor Perwakilan Negara Republik Latvia dengan jabatan Konsul Kehormatan Republik Latvia di Indonesia.

Peran aktif sebagai perwakilan negara Latvia di Indonesia dilakukan dengan baik sehingga pada Juni 2016, Pemerintah Latvia melalui Kementerian Luar Negeri Latvia memberikan piagam penghargaan. Penghargaan ini atas kontribusi signifikan untuk memfasilitasi kerjasama politik dan ekonomi antara negara Latvia dan Indonesia.

"Saya juga salah satu pendiri dan diberikan mandat sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang Eropa-Asia (EACC) dan juga Wakil Ketua Komite Regional Asia Timur Federasi Dunia Konsul Kehormatan (FICAC). Saya sendiri memiliki usaha di sektor maritim melalui induk usaha PT Junus Internasional di Jakarta. Memang sampai pada titik ini  penuh dengan perjuangan, terlebih dukungan dari keluarga. Istri dan anak saya sangat mendukung karena saya selalu bisa membagi waktu dengan keluarga, sehingga quality time bersama keluarga selalu ada," ungkapnya.

Ayub juga sangat aktif di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan asal Sulut. Seperti KKK dan komunitas Sumonder.

Ayub termasuk fanatik berbicara soal adat dan budaya Minahasa. "Yang saya lihat dan rasakan saat ini, adat dan budaya sudah mulai tergerus. Saya kuatirkan akan hilang pada suatu saat nanti, sehingga saya sangat aktif mendukung usaha-usaha pelestarian yang harus dilakukan bersama antara pemerintah dan masyarakat," katanya.

Jika diajak berbicara mengenai adat dan budaya, Ayub sangat berapi-api menceritakan pengalaman masa mudanya ketika di kampung. "Saya punya pengalaman ketika pergi ke kebun pada malam hari untuk mendengarkan siulan burung manguni guna memberi pertanda suatu keadaan dan situasi di kebun. Juga adat berupa tata cara keluarga dengan menyiapkan umper (sesajen, Red) setiap kali diadakan pesta keluarga di Sonder. Itu semua adalah budaya yang harus diingat, itu semua saya alami dahulu waktu di kampung.

Saya sangat harap budaya serta adat tidak hilang. Salah satunya seperti penggunaan bahasa daerah Minahasa. Saya sangat mendorong dan mendukung penggunaan bahasa daerah dalam setiap pertemuan resmi. Saya berikan contoh seperti di negara bagian Wales di Inggris Raya, penggunaan bahasa daerah yaitu 'Welsch' dipergunakan pada setiap undangan dan acara resmi. Saya harap hal yang sama harus dilakukan oleh pemerintah di Sulut," harap ayah satu anak itu.

Sebagai penutup, Ayub optimis Sulut bisa berkembang lebih maju dan modern di bawah kepimpinan Gubernur Olly Dondokambey. Terutama dengan lebih memberikan perhatian pada pengembangan potensi SDM daerah. Serta memanfaatkan potensi SDM yang sudah dimiliki di dalam dan luar Sulut yang mempunyai berbagai kompetensi dan keahlian.

"Ini juga yang menjadi salah satu program utama dari KKK yaitu usaha pemetaan kekuatan SDM kawanua di seluruh dunia yang nantinya akan dipergunakan untuk bersinergi dengan pemerintah Sulut sebagai think-tank dan konsultan guna mendukung pengembangan daerah Sulut yang adalah tugas bersama pemerintah dan masyarakat. Dengan SDM yang kuat dan berkompeten saya yakin Sulut bisa menjadi provinsi yang maju dan kuat di masa yang akan datang, juga akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sulut," pungkasnya. (***)

Komentar
  • MyPassion


    19 Okt 2017 15:23

Kirim Komentar