18 Okt 2017 13:15

Diterjang Gelombang 3 Meter, KM Saint Marry Terdampar

MyPassion

SANGIHE—Cuaca ektrem landa Kabupaten Kepulauan Sangihe. KM Saint Marry yang membawa penumpang dari Pelabuhan Tahuna menuju Manado, terdampar di Desa Pananaru, Kecamatan Tamako, Selasa (17/10), sekitar pukul 04.00 Wita.

 
Salah satu penumpang KM Saint Marry Dedy Makatipude mengatakan, beberapa penumpang sempat panik akibat Kapal diterjang ombak besar saat sudah setengah perjalanan menuju Manado.

"Kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Tahuna seperti biasa pukul 19.00 Wita. Saat sudah di tengah perjalanan pada pukul 24.00 Wita, KM Saint Marry memilih berbalik arah karena diterpa angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga Nahkoda Kapal memutuskan untuk balik arah," tuturnya.

Lanjut Makatipude, KM Saint Marry tidak berbalik langsung ke Pelabuhan Tahuna karena cuaca sangat tidak memungkinkan. Namun Nahkoda kapal lebih memilih berlabuh di Pananaru dan melanjutkan perjalanan Selasa, (17/10) pagi.

"Ada banyak penumpang yang turun saat berlabuh di Pananaru, mereka lebih memilih tidak berangkat dan kembali kerumah menunggu cuaca kembali normal," ujarnya.


Sedangkan KM Mercy Teratai yang membawa penumpang dari Manado tujuan Tahuna, tidak berlabuh di Pelabuhan Tahuna, karena cuaca ekstrem dan berlabuh di Petta Tabukan Utara."Dari Manado memang cuacanya sangat buruk, tinggi gelombang sampai tiga meter. Para penumpang tidak berangkat seperti biasa, tapi keesokan harinya (17/10), sekitar pukul 07.00 pagi," jelas Handry salah satu penumpang KM Mercy Teratai.


Agen KM Mercy teratai  saat dihubungi mengatakan, tidak ada keberangkatan untuk hari ini (kemarin red) karena hujan disertai angin kencang masih melanda Sangihe."KM Mercy Teratai nantinya akan diberangkatkan pada hari Kamis, (19/10) dari Tahuna menuju Manado," pungkasnya. (tr-08/ite)

Kirim Komentar