18 Okt 2017 10:20
Jika SVR Mundur, Eman Calon Alternatif

23 Oktober, Golkar Nakoda Baru

MyPassion

MANADO— 23 Oktober, Partai Golkar (PG) Sulut akan memiliki nakoda baru. Usai beredar kabar simpang siur waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PG, Selasa (17/10) kemarin, panitia akhirnya memberikan kepastian. Ketua Panitia Musdalub Feryando Lamaluta mengatakan, pihaknya sudah berkonsultasi dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PG dan dipastikan Senin (23/10) pekan depan, menjadi hari pelaksanaan Musdalub PG.

“Lokasinya di kantor DPP PG Jakarta,” beber Lamaluta. Penjaringan kandidat, lanjutnya, segera dilakukan. Hingga kemarin, dia mengaku belum ada satupun kandidat yang menghubungi panitia untuk mendaftarkan diri. “Pekan ini kita tunggu. Syarat utamanya merupakan kader PG,” tegas pria berkumis ini.

Di sisi lain, sejumlah nama mencuat sebagai pengganti Stefanus Vreeke Runtu (SVR). Paling menguat adalah Ketua DPD II PG Minsel Christiany Paruntu atau akrab disapa Tetty. Selain memegang 10 ketua DPD II, Tetty juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah petinggi DPP PG.

Sedangkan SVR, dari informasi yang dihimpun kemungkinan besar tak akan maju lagi di Musdalub. Wakil Ketua DPRD Sulut ini ketika diwawancarai kemarin enggan berkomentar banyak. “Kita lihat saja nanti,” ujar mantan Bupati Minahasa dua periode ini.

Nama lain yang muncul adalah Wali Kota Tomohon Jimmy Eman. Wali kota dua periode itu dikenal sosok politikus yang tenang dan tak banyak bicara. Hanya saja, jika SVR benar-benar tak lagi bertarung di Musdalub, para pendukung SVR bisa beralih ke Eman.

Kemudian ada Jimmy Rimba Rogi dan Elly Lasut. Dua politikus senior ini sampai sekarang masih enggan buka mulut soal Musdalub. Namun nama mereka masuk dalam bursa kandidat ketua PG Sulut.

Beberapa ketua DPD II PG pun disentil. Misalnya Ketua PG Kotamobagu Djelantik Mokodompit, Ketua PG Bolmut Karel Bangko, dan Ketua PG Minut Denny Wowiling.

Posisi sekretaris juga tak kalah seksi dibahas. Jabatan yang sekarang dipegang Edison Masengi itu cukup prestisius di partai. Selain Masengi, ada beberapa kader PG yang punya peluang jabat sekretaris. Tentu tergantung siapa ketua DPD I. Jika yang terpilih Tetty, Edison tetap punya peluang.

Mengingat keduanya sama-sama berasal dari Minsel. Selain Edison, Denny Wowiling dan Feryando Lamaluta punya kesempatan. Politikus muda Raski Mokodompit pun bisa diangkat Tetty sebagai sekretaris. Lalu jika kubu SVR yang menduduki ketua DPD I, Edison masih menjadi unggulan, juga ada beberapa ketua DPD II yang dikenal loyal saat SVR memimpin.

Lalu bagaimana tanggapan para pengamat politik pada rencana Musdalub PG ini? Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Unsrat Ronny Gosal menyorot pertama soal lokasi pelaksanaan. “Harusnya digelar di Sulut, karena ini juga menjadi pesta demokrasi bagi partai tersebut," ungkap Gosal sembari menambahkan Musdalub juga tidak bisa menjadi penyelesaian masalah bagi partai politik yang bersangkutan.

Gosal menambahkan, figur yang baik sangat diperlukan PG. “PG harus mencari figur-figur yang bersih. Kan Golkar memiliki banyak kader terbaik namun di Musdalub nanti harus yang terbaik memimpin,” tukasnya.

Senada dengan Gosal, pengamat politik Dr Jhony Lengkong menuturkan, Musdalub sebisa mungkin dilakukan di daerah. Tetapi dia menilai, diputuskan digelar di Jakarta, karena pertimbangan kondisi internal partai yang sementara goyang. "Pasti ada resistensi dari kelompok tertentu sehingga Musdalub dilaksanakan di luar daerah," ucap Lengkong sembari menambahkan, PG harus menjaga solidaritas antara kader.

"Jika Musdalub menjadi titik utama penyelesaian masalah, saya kira itu tidak bisa karena akan banyak kader yang bersaing menjadi pemimpin," ujarnya sembari menambahkan Golkar harus memiliki figur yang mampu bersaing dengan partai-partai kuat lainnya di Pilkada nanti. “Jadi jangan sampai tenaga partai dihabiskan hanya untuk Musdalub. Kiranya partai bisa memikirkan Pilkada yang semakin dekat dan mengusung figur yang bisa menang di enam daerah,” pungkasnya. (dewa/vip)

Kirim Komentar