17 Okt 2017 12:00

Angin Puting Beliung Hantam Pasar

MyPassion
WASPADA: Cuaca ekstrem landa Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pasar Peltu rusak akibat angin puting beliung. Foto: Sriwani/MP

SANGIHE—Cuaca buruk menerjang Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengakibatkan delapan rumah warga dan bangunan pasar di Pelabuhan Tua (Peltu), Kecamatan Tahuna, Senin (16/10) kemarin, ambruk.

Salah satu pedagang di Pasar Peltu Agustina Salamisi mengungkapkan, kejadian terjadi sekira pukul 12.00 Wita.  Dia bersama pedagang lainnya melihat angin yang berputar dari arah barat tepatnya dari Kelurahan Apeng Sembeka (Apes). “Kemudian menerjang bangunan yang ada di Pasar Peltu. Saat itu masih ada aktivitas jual beli di pasar. Hal itu membuat pedagang lari menyelamatkan diri masing-masing,” katanya.

Menurut Agustina, angin yang menghantam bangunan pasar merupakan angin puting beliung. Kejadian yang sama pernah terjadi pada dua tahun lalu di lokasi itu. “Tempat jualan pun ambruk, padahal tempat jualan kami hanya bisa diangkat minimal empat orang. Namun angin bisa membuat bangunan terbang hingga ke atas bangunan yang lain," jelasnya.

Dia mengungkapkan, akibat kejadian tersebut, adik kandungnya Pehong Salamisi yang juga pedagang di Pasar Peltu menjadi korban. "Adik saya mengalami luka ringan di bagian tangan ketika hendak menyelamatkan diri dari bangunan-bangunan yang ambruk," kata Salamisi. 

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana mengimbau agar masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang terjadi. "Berhati-hati lewat di bawah pepohonan jika ada angin kencang. Kalau tinggal di lereng gunung dan pinggiran sungai tingkatkan kewaspadaan dari ancaman longsor dan banjir. Jika tinggal di tepi pantai waspada gelombang pasang," imbau orang nomor satu di Kabupaten Sangihe ini.

Kapoles Sangihe AKBP I Dewa Made Adyana SIK saat ditemui di lokasi Pasar Peltu meminta masyarakat memiliki kewaspadaan tinggi saat cuaca ekstrem. “Saya sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran untuk melakukan pengecekan di seputaran Kota Tahuna dan sekitarnya juga harus diantisipasi kalau ada pohon roboh jangan sampai ada korban,” pinta Kapolres. 

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sangihe Ir Reintje Tamboto ketika dikonfirmasi menjelaskan, akibat terjangan angin puting beliung ada beberapa rumah warga yang ikut rusak selain bangun pasar Peltu.

“Berdasarkan laporan ini Pemerintah Daerah langsung menggeser bantuan terutama terpal dan logistik bagi warga yang rumahnya terkena musibah. Karena kami mendapatkan data rumah yang terkena bencana yakni, satu rumah di Kelurahan Pananekeng, tiga rumah di Kelurahan Manente, dua rumah di Kampung Karatung Kecamatan Manganitu dan satu rumah di Kampung Lebo serta sapras ekonomi profuktif (Pasar Peltu),” sebutnya

Lanjut Tamboto, cuaca ekstrem juga menyebabkan banyak pohon tumbang yang membuat jaringan litrik PLN maupun jaringan kabel milik telkom terputus. “Ada beberapa lokasi pohon tumbang yang menutupi badan jalan sehingga harus dilakukan pembersihan secepatnya,” bebernya.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulut, kecepatan angin di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe mencapai 20 km/jam, sementara tinggi gelombang 1,25 hingga 3,50 meter. "Masyarakat harus waspada mengingat cuaca dapat berubah. Prakiraan cuaca untuk Kabupaten Sangihe sendiri berpotensi dapat terjadi hujan ringan hingga lebat,"  pungkas Sutikno Verifikator BMKG Stasiun Meteorlogi Samrat Manado. (tr-08/ite)

Kirim Komentar