17 Okt 2017 09:37

Aktris Indonesia Ini Kalahkan Nicole Kidman di Sitges Film Festival

MyPassion
Marsha Timothy (kanan) mendapat penghargaan sebagai aktris terbaik, dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Foto: Jawa Pos

MARLINA si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts) kembali membawa kabar baik. Thriller arahan Mouly Surya itu diputar di Sitges Film Festival (SFF) yang berlangsung di Sitges, Catalunya, Spanyol. Dalam penutupan Sabtu malam, pekan lalu, Marsha Timothy mendapat penghargaan sebagai aktris terbaik.

Dalam festival film yang khusus untuk genre horor, fantasi, thriller, dan sci-fi itu, Marlina diputar dua kali dalam sesi Official Fantastic (OF) Competition. Yakni, pada Selasa dan Rabu (10-11/10). Dari kompetisi itulah Marsha dinobatkan sebagai best actress. Nomine yang disisihkan di kategori itu tidak main-main. Ada Masami Nagasawa, Monika Balkai, bahkan Nicole Kidman. Pemenang Oscar 2002 itu masuk nominasi dalam perannya di The Killing of A Sacred Deer.

Marsha sangat bangga dengan penghargaan internasional pertamanya tersebut. Perempuan 38 tahun itu merasa terhormat lantaran namanya bisa bersanding dengan para aktris papan atas dari berbagai negara. ’’Saya nggak nyangka kalau peran sebagai Marlina bisa dapat pengakuan sebesar ini dari dewan juri festival sepenting Sitges,’’ ungkap Marsha ketika dihubungi Jawa Pos.

Mouly turut memuji istri Vino G. Bastian itu. Menurut dia, Marsha bekerja keras untuk menghidupkan karakter Marlina. Termasuk mendalami budaya Sumba. ’’She deserved it,’’ kata Mouly.

Sutradara Fiksi (2008) dan What They Don't Talk about When Talking about Love (2013) itu juga sangat gembira karena penerimaan penonton terhadap Marlina sangat bagus. Selama dua kali pemutaran, lanjut dia, ruangan selalu penuh. “Setelah film, banyak yang kasih ucapan selamat. Penonton di sini luar biasa banget,’’ tuturnya happy.

Awal kesuksesan Marlina di SFF bermula saat film yang mengambil latar perbukitan Sumba, NTT, tersebut diputar di Cannes Film Festival 2017 Mei lalu. Saat itu salah seorang penyelenggara SFF menonton Marlina di sesi Directors Fortnight. Lantas, Asian Shadow, sales agent Cinesurya di Beijing, Tiongkok, mendaftarkan Marlina ke ajang SFF yang sudah berlangsung selama 50 tahun itu.

Penyelenggara SFF kagum dengan Marlina. Melalui e-mail, pihak SFF mengabarkan bahwa Marlina terpilih untuk diputar di OF Competition bersama 34 film lain dari seluruh dunia. “Ini pencapaian yang luar biasa sekaligus kebanggaan buat kami. Film Indonesia akhirnya bisa mendapat respons positif secara global,’’ ungkap Fauzan Zidni, produser Marlina.

Dari Sitges, Mouly berangkat membawa Marlina menuju ke Busan International Film Festival (BIFF) 2017 di Korea Selatan. Mouly berharap respons yang diterima sama bagusnya. Setelah berkeliling dunia lewat festival film, Marlina tayang perdana di Indonesia pada 16 November. (jpg/vip)

Kirim Komentar