16 Okt 2017 10:12

Rumengan: Tak Sesuai Aturan, BPMS Tak Keluarkan SK

MyPassion

MANADO - Pemilihan Pelayan Khusus dan Kategorial BIPRA Jemaat periode 2018-2021 telah usai. Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr HWB Sumakul mengatakan, secara teologis alkitabiah semua anggota jemaat adalah pelayan Tuhan dan ada untuk melayani. “Karena semua adalah imam karena imamat yang rajawi," ungkap Sumakul.

Dijelaskannya, karena baik Alkitab maupun teologi reformasi melihat semua sama di hadapan Tuhan, dan semua punya kualitas yang sama. "Semua itu respons orang percaya pada pengorbanan Kristus sebagai Imam Besar yang diri-Nya berkorban untuk menebus dosa kita," katanya.

Menurut Sumakul, menjadi Penatua dan Syamas dan Ketua kategorial BIPRA, adalah sebagai pelayan khusus, sesuai struktural gerejawi. 

"Selamat atas terpilihnya menjadi pelayan. Siapkanlah diri untuk mengikuti katekisasi, semua yang terpilih adalah kekuatan pelayanan GMIM di periode yang  akan datang.Tetap rendah hati, siap berkorban untuk Tuhan Yesus dan organisasi GMIM," ungkapnya.

Wakil Ketua BPMS Bidang APP Pdt Arthur Rumengan MTeol berharap, siapa pun yang terpilih harus diterima dengan penuh damai. "Pilihan-pilihan yang sudah ada kita harus terima karena mereka adalah pilihan Tuhan," ujarnya

Lanjutnya, proses pemilihan sesuai diharapkan. Artinya dengan berlangsung pemilihan semua Panitia Pemilihan dan BPMJ dapat bertanggung jawab atas Pilpelsus maupun Kategorial BIPRA di aras jemaat. “Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai aturan dalam hal ini Juklak Pemilihan, kami mengimbau dapat melakukan pemilihan kembali," imbuhnya.

Karena dikatakannya, jika kedapatan teknis pemilihannya tidak sesuai aturan maka pada saat peneguhan nanti tidak akan diakui. "Kami terus menegaskan dari sebelum pemilihan dilakukan sesuai dengan Tata Gereja, Juklak Pemilihan bahkan Surat Edaran dari BPMS sudah dibagikan ke wilayah dan jemaat aturan yang ada harus diikuti. Jika kedapatan, nanti dari BPMS tidak akan mengeluarkan SK peneguhan kepada para calon yang terkena aturan," bebernya.

Menurut Rumengan, ketua-ketua BIPRA aras jemaat yang terpilih akan dilantik dulu, baru diteguhkan jadi penatua. “Tapi kami masih akan lihat apa ketua-ketua BIPRA dan anggotanya dilantik sama-sama kemudian diteguhkan. Selama ini pada periode sebelumnya pelantikan syamas, penatua dan ketua-ketua BIPRA diteguhkan bersamaan," terangnya.

Dijelaskannya pula, untuk mekanisme pemilihannya sesuai berita acaranya. "Artinya sesudah pemilihan dari jemaat dan wilayah akan mengirim berita acara pemilihan. Dan mereka akan laporkan siapa-siapa saja yang terpilih ke sinode. Dari sinode ada panitia juga untuk memeriksa data-data yang masuk. Sesudah itu sinode akan mengeluarkan SK penetapan peneguhan calon syamas dan penatua serta kategorial BIPRA," urainya.

Terkait dengan syarat calon kategorial BIPRA aras jemaat, ia pun menegaskan harus memiliki sertifikat pelatihan sesuai kategori masing-masing. Artinya di mana yang bersangkutan mengikuti pelatihan di situlah dia harus terpilih sesuai dengan sertifikat yang dimiliki.

“Jika mereka mengikuti pelatihan kepemimpinan Penataran Dasar Guru Sekolah Minggu, Latihan Tenaga Pembina Remaja (LTPR), Latihan Kepemimpinan Pemuda Gereja (LKPG) serta pelatihan untuk P/KB dan W/KI kemudian terpilih menjadi ketua di salah satu kategorial itu tidak masalah,” katanya. Ditambahkannya, mengenai kriteria calon kategorial BIPRA Sinode yang sudah dua periode tidak boleh dipilih lagi.

"Bagi Pelsus yang sudah dua periode berturut 2010-2013 sampai 2014-2017 di BPMJ tidak dapat dipilih sebagai calon Ketua Komisi Pelayanan Kategorial. Kemudian Calon Ketua Komisi Pelayanan Kategorial tidak menjabat Ketua Komisi Pelayanan Kategorial dua periode 2010-2013 sampai dengan 2014-2017 pada semua kategorial," pungkasnya. (ela/ite)

Kirim Komentar