16 Okt 2017 09:18
Lumentut-Eman-JWS Ketat di P/KB

Perang Bintang BIPRA

MyPassion

MANADO—Perebutan kursi ketua Komisi Pelayanan Kategorial Bapa, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak (BIPRA) Sinode GMIM, bakal sengit. Perang bintang diprediksi bakal mewarnai pemilihan BIPRA aras Sinode, Maret 2018. Hasil pemilihan komisi BIPRA aras jemaat, Minggu (15/10), kemarin, menjaring sejumlah kepala daerah maupun anggota keluarganya.

 

Mulai dari Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang dipercaya memimpin P/KB GMIM Elim Malalayang. Selanjutnya Bupati Minahasa Pnt Jantje Wowiling Sajow, ketua P/KB GMIM Moria Sasaran. Ada James Sumendap, Bupati Mitra ini, bakal memimpin P/KB GMIM Dame Tosuraya. Kemudian Wali Kota Tomohon Jimmy Eman, ketua P/KB GMIM Maranatha Paslaten terpilih.

Eks Wawali Manado Harley Mangindaan, ketua P/KB GMIM Bukit Moria Tikala Baru, Ketua P/KB GMIM Kolam Bethesda Brian Waleleng hingga Ketua P/KB GMIM Sakobar Roland Roeroe, ketua P/KB GMIM Bukit Moria Rike Royke Roring, layak untuk bersaing. Lumentut Cs diprediksi bakal bersaing ketat dengan incumbent Ir Stefanus Liow, yang terpilih kembali ketua P/KB GMIM Imanuel Walian. 

Untuk posisi ketua Komisi W/KI Sinode GMIM. Kategorial ini bakal menghadirkan persaingan tajam. Rektor Unima Prof Paula Lumentut-Runtuwene, terpilih ketua W/KI GMIM Elim Malalayang. Kemudian Khouni Lomban-Rawung, istri wali kota Bitung, terpilih ketua W/KI GMIM Sentrum Bitung. Selanjutnya Jeivy Lengkong-Wijaya. Jeivy adalah istri wakil bupati Minahasa Utara Joppi Lengkong. Jeivi periode depan bakal memimpin W/KI GMIM Kyrios Kawiley. Tak ketinggalan, Ketua DPRD Tomohon Ir Miky Wenur, nakoda W/KI GMIM Imanuel Walian dan Adriana Dondokambey, ketua W/KI GMIM Bukit Moria Kolongan.

Selanjutnya ada Syerly Adelyn Sompotan (SAS), wakil wali kota Tomohon tersebut dipilih sebagai ketua Komisi Pelayanan Remaja Jemaat Bukit Zaitun Walian Dua, Billy Lombok, ketua KPR GMIM Ulfers Kumelembuai, hingga Ketua KPR GMIM Kyrios Kawiley Selfran Wungow. Kemudian Olga Sajow-Singkoh, istri bupati Minahasa tersebut, tahun depan bakal memimpin Komisi Anak GMIM Moria Sasaran.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengatakan, dirinya tidak akan menolak pekerjaan roh kudus. Yang memilih dirinya menjadi  Ketua P/KB Jemaat Elim Malayang. “Kepercayaan yang diberikan akan dilaksanakan dengan sungguh dan penuh tanggung jawab,” singkatnya, semalam usai pemilihan.

Hal serupa dilontarkan Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow. Ia mengatakan, melayani di jemaat sudah dilakoninya sejak tahun 1990. “Jangan lelah karena Tuhan tidak pernah lelah menanggung beban dosa kita,” kata JWS. Mantan Ketua KPRS GMIM ini juga menghaturkan terima kasih kepada jemaat  GMIM Moria Sasaran yang masih memberikan kepercayaan melayani sebagai ketua P/KB jemaat. “Ini adalah tanggung jawab yang diberikan untuk melayani, tentunya akan dijalani dengan maksimal dan penuh tanggung jawab. Terlepas dari tugas dan tanggung jawab sebagai Bupati, pelayanan di jemaat juga harus berjalan maksimal,” kunci JWS.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman juga bersyukur. “Segala puji dan syukur hanya bagi Tuhan yang sudah menghentar kita di tempat ini untuk melakukan pemilihan. Ini adalah pesta iman seluruh jemaat khususnya P/KB. Kepercayaan ini bukan mudah, namun dengan dukungan semua pihak dan kerja bersama, setiap tanggung jawab yang diberikan pasti kita jalankan seoptimal mungkin,” tutur wali kota Tomohon dua periode itu.

Di sisi lain, James Sumendap (JS), Bupati Mitra saat diwawancarai mengapresiasi kepercayaan yang diberikan tersebut. Hanya saja, JS mengaku dia siap melayani masyarakat dan gereja meski tanpa berstatus sebagai pelsus.

"Menjadi seorang pelayan atau melayani masyarakat tidak harus menjadi Pelsus. Saat ini juga saya sudah diberikan tugas yang penting untuk melayani masyarakat sesuai amanat dari Tuhan melalui suara rakyat Minahasa Tenggara," ujar JS sembari menambahkan, suatu kepercayaan yang besar bagi dirinya saat ini untuk berkarya dalam pelayanan kepada masyarakat, meski hanya anggota jemaat biasa.

"Pelayanan yang saya lakukan saat ini adalah tanggung jawab besar. Meski status saya hanya anggota jemaat, saya tetap bangga dengan itu. Karena masih diberikan kesempatan melayani masyarakat Minahasa Tenggara," ujarnya. Dia menambahkan, agar warga GMIM tetap memberikan dirinya kesempatan melayani seluruh masyarakat tanpa harus menjadi seorang Pelsus. "Saya mengharapkan seluruh warga jemaat GMIM memberikan kesempatan bagi saya dalam pelayanan saat ini meski hanya anggota biasa. Biarkan saya mengabdi bagi gereja dan bagi rakyat saya meski saya bukan seorang Pelsus," tandasnya. (Tim MP/gnr)

Kirim Komentar