14 Okt 2017 08:47

Bebas Setelah Lima Tahun Hidup Di Bawah Tanah

MyPassion
Foto: nytimes.com

MITHS FALLS – Caitland Coleman sedang hamil saat berpetualang ke benua lain bersama suaminya, Joshua Boyle, pada Juli 2012. Dari Rusia, pasangan suami istri asal Benua Amerika itu melanjutkan travelling mereka ke Asia. Di sanalah, tepatnya di Afghanistan, petualangan mereka yang sesungguhnya bermula. Petualangan di ruang bawah tanah, sebagai sandera Taliban.

    Anak-anak saya sudah biasa melihat ibu mereka diperkosa dan dilecehkan secara seksual oleh para penculik kami,kata Boyle kepada The Star dalam wawancara perdananya setelah menjadi orang bebas Kamis (12/10). Coleman memang menjadi yang paling menderita selama penyanderaan. Hamil, melahirkan dan membesarkan bayinya di dalam ruangan pengap tanpa cahaya dengan ancaman kekerasan yang selalu mengintai.

    Maka, begitu mendengar Coleman bebas dalam operasi pembebasan sandera oleh pasukan Pakistan, orang tuanya sangat lega. Mereka tak henti bersyukur dan tak sabar bertemu lagi dengan darah daging yang sudah terpisah selama sekitar lima tahun. Saya bergetar saat mendengar suara putri saya. Masih suara yang sama dengan yang saya dengar lima tahun lalu,?kata Jim, ayah Coleman.

    Tapi, kepada Boyle, dia tak bisa menyembunyikan amarahnya. Dia murka pada sang menantu. Sebab, dia nekat membawa istri yang sedang berbadan dua ke tempat berbahaya. Saya sangat marah kepada suami anak saya. Bagaimana bisa dia melakukan semua ini pada istrinya sendiri,ujar warga negara Amerika Serikat (AS) tersebut. Dia juga tidak setuju dengan rencana Boyle untuk membawa pulang istrinya ke Kanada.

    Kepada media, Boyle menceritakan penderitaan sang istri. Yang paling menggetarkan hati adalah kisah kelahiran tiga anaknya. Semua buah hati Boyle dan Coleman lahir di ruang penyekapan di bawah tanah. Putra saya yang pertama lahir di bawah cahaya senter yang saya pegang dengan mulut saya,?katanya. Begitu sang jabang bayi lahir, menurut Boyle, para penculiknya segera membawakan barang-barang kebutuhan sang ibu dan anak.

    Tantangan berikutnya bagi Boyle dan Coleman adalah membesarkan buah hati mereka di ruangan bawah tanah. Tidak ada orang lain yang bisa diajak berinteraksi. Tidak ada cahaya matahari dan udara segar yang dibutuhkan bayi-bayi mereka. Yang ada hanya keinginan untuk membesarkan anak-anak itu dengan normal. Saya berusaha menampilkan adegan film Beautiful Life untuk anak-anak saya,ujarnya.

    Film Italia yang dipublikasikan pada 1997 itu bercerita tentang upaya seorang ayah mengusir kengerian kamp konsentrasi pada Perang Dunia II. Dalam film tersebut, sang ayah berusaha mensugesti sang putra dengan hal-hal positif yang dilihatnya di kamp konsentrasi yang ketika itu menjadi dunia bagi anaknya. Boyle pun berusaha melakukan hal tersebut untuk dua putranya yang berusia empat dan dua tahun.

    Hari pembebasan itu akhirnya tiba pada Rabu. Lewat bentrok sengit antara penculik dan pasukan Pakistan, Boyle dan Coleman serta tiga anak mereka bebas. ”Kalimat terakhir yang saya dengar dari para penculik kami adalah, 'Bunuh para sandera',” ujarnya. Dia dan keluarganya yang meringkuk di bagasi mobil pun langsung ketakutan. Tapi, beruntung, sang penculik tewas duluan di tangan pasukan Pakistan. Maka, Boyle yang terluka dalam bentrok itu bisa bebas. Demikian juga Coleman dan tiga anaknya.

    Keluarga besar Coleman yang selama ini hanya berkomunikasi dengan anaknya lewat surat pun gembira. Kamis itu, mereka langsung bisa berbincang dengan Coleman dan juga Boyle. Dalam kesempatan itu, Coleman bercerita tentang anak bungsunya yang masih berusia sekitar dua bulan. Bayi terakhir yang lahir di ruang bawah tanah itu berjenis kelamin perempuan.

    Kemarin, lima mantan sandera Taliban itu langsung diterbangkan dari Pakistan ke Inggris. Dari Inggris, rencananya, mereka bakal langsung menuju Kanada. Boyle memilih memboyong keluarganya ke Kanada. Dia menolak tawaran AS untuk membawa mereka pulang dengan pesawat militer dari Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan. Pria 34 tahun itu lebih memilih terbang dengan pesawat komersial.

    Kamis pagi, Gedung Putih memuji aksi militer Pakistan dalam membebaskan Boyle dan Coleman. ”Ini menandai momen yang sangat positif dalam hubungan kami dan Pakistan sebagai dua negara mitra,” terang jubir Gedung Putih. Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga mengungkapkan kegembiraannya. Dia bangga penyelamatan itu terjadi dalam era kepemimpinannya. (AP/Reuters/thestar/hep)

Kirim Komentar