12 Okt 2017 10:00

Calon Pelsus Money Politik Didiskualifikasi

MyPassion

MANADO – Pemilihan Pelayan Khusus (Pilpelsus) akan digelar Jumat (13/10), esok. Bagi bakal calon Pelayan Khusus (Pelsus) dilarang money politik. “Calon yang kedapatan secara terang-terangan memberikan barang/uang kepada para pemilih, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur atau didiskualifikasi sebagai calon,” tegas Ketua BPMS GMIM Pdt Dr HWB Sumakul, kemarin.

 

Menurut Sumakul Pilpelsus bukan pemilihan legislatif. Ini adalah pemilihan pelayan Tuhan yang bersedia melayani dengan sungguh-sungguh, tidak ada unsur paksaan.”Pilpelsus yang dipilih harus sesuai dengan Juklak 2017/2018,” katanya.

Dijelaskan, dalam syarat pemilihan Pilpelsus calon yang akan dipilih dalam keanggotaan BPMJ di semua aras harus hadir pada saat pemilihan. Pemilihan dapat dilangsungkan bila jumlah pemilih yang hadir telah memenuhi kuorum. “Namun, jika ketentuan yang diatur tersebut belum terpenuhi, maka waktu pemilihan ditunda selambat-lambatnya satu minggu dan pemilihan tunda dilaksanakan tanpa memperhatikan syarat kuorum," katanya.

Dia mengungkapkan, pemilihan  dilakukan secara bebas, langsung tertulis dan rahasia. “Jika ada pemilih yang tidak dapat menulis, maka yang bersangkutan dibantu oleh anggota panitia,” ungkapnya.

Lanjut, pelaksanaan pemilihan diadakan dalam suatu ibadah. Untuk menghayati bahwa proses pemilihan dijalankan berdasarkan kehendak Yesus Kristus, menggunakan Tata Ibadah khusus yang dikeluarkan oleh BPMS. “Jika pemilihan ditunda karena tidak kuorum, maka ketentuan umur tetap sesuai dengan tanggal pemilihan yang ditetapkan BPMS GMIM. Untuk pemilihan BPMJ, BPMW, Komisi Pelayanan Kategorial Wilayah dan Sinode, BPMS, BPPS dan MPS dilaksanakan sesuai jadwal yang dikeluarkan BPMS," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BPMS Bidang Ajaran Pembinaan dan Pengembalaan Pdt Arthur R Rumengan MTeol mengungkapkan, tahapan-tahapan persiapan pemilihan terdiri dari tiga yakni persiapan, pemungutan, perhitungan suara, penetapan dan tahap lanjut serta peneguhan serta pelantikan."Untuk tahap persiapan, BPMJ bertanggung jawab untuk melaksanakan penataan dan pemetaan kolom. Itu sudah dilakukan sebelum menuju tahap pemungutan dan perhitungan suara," jelasnya.

Menurut Rumengan, untuk tahapan pemungutan  dan perhitungan suara nantinya dilaksanakan panitia. Bahkan teknisnya juga semua diatur oleh panitia. Untuk pemungutan dan perhitungan suara dilaksanakan dalam rapat sidi jemaat di kolom-kolom untuk memilih calon syamas dan penatua. “Dalam rapat pemilihan juga dilaksanakan untuk memilih calon komisi pelayanan kategorial jemaat. Juga memilih calon BPMJ, calon anggota dan anggota BPMJ utusan jemaat dan calon Badan Pengawas Perbendaharaan," jelasnya.

Lanjut, untuk mekanisme tahapan penetapan berita acara pemilihan dilaporkan panitia pemilihan kepada BPMJ selanjutnya disampaikan dalam sidang majelis jemaat. "BPMS juga akan melakukan penelitian akhir untuk mengesahkan dan menetapkan berita acara pemilihan sesuai ketentuan," ujarnya.

BPMS juga kata Rumengan, menerbitkan surat keputusan bagi syamas dan penatua, BPMJ, anggota dan anggota pengganti majelis sinode utusan jemaat, komisi pelayanan kategorial jemaat yang terpilih untuk periode pelayanan 2018-2021. “Khusus berita acara pemilihan badan pengawas perbendaharaan jemaat ditetapkan di sidang majelis jemaat dan dikeluarkan surat keputusan oleh BPMJ," ungkapnya.

Sedangkan untuk tahap lanjut dan peneguhan serta pelantikan, calon syamas dan penatua wajib mengikuti katekisasi dan retreat yang dilaksanakan BPMJ dengan menggunakan bahan atau materi dan tata gereja yang diterbitkan BPMS.

"Peneguhan syamas dan penatua dilaksanakan dalam ibadah jemaat dilayani pendeta dari BPMS atau ketua BPMW. Atau pendeta yang ditugaskan BPMS. Setelah dilaksanakan peneguhan syamas dan penatua akan dilanjutkan dengan pemilihan BPMJ, anggota dan anggota pengganti majelis sinode utusan jemaat dengan mengikuti Tata Gereja dan Juklak Pemilihan," tutur Rumengan. (ela)

Kirim Komentar