12 Okt 2017 09:36
Kertas Suara Harus Diisi Lengkap

25 Ribu Pelsus GMIM Siap Dipilih

MyPassion

MANADO—Sebanyak 25.197 sidi jemaat GMIM bakal dipilih menjadi pelayan khusus (Pelsus) periode pelayanan 2018-2021. Jumat (13/10) esok, akan dipilih 20.458 penatua dan syamas. Kemudian, pada Minggu (15/10) dilanjutkan pemilihan untuk 4.755 ketua komisi kategorial tingkat jemaat. Masing-masing pria kaum bapa (P/KB), wanita kaum ibu (W/KI), pemuda, remaja, dan anak sekolah minggu (ASM).

 

Sekretaris Departemen Data dan Informasi Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Hesky Manus STh menerangkan, kertas suara sudah dibagikan ke setiap jemaat, meski jumlah sidi jemaat belum terkumpul seluruhnya. “Data sensus belum bisa dirangkum. Karena baru 538 jemaat dari 951 jemaat GMIM di Sulut (lihat grafis, red) yang memasukkan data sensus,” sebut Manus.  

Tapi dia meyakini, proses pemilihan dapat berjalan baik dipandu oleh panitia dari jemaat setempat. “Nantinya, BPMS akan memeriksa, mengesahkan, dan menetapkan berita acara pemilihan (BAP) saat dikumpulkan dari seluruh jemaat pada minggu pertama November,” ujar Manus.

Wakil Ketua BPMS Bidang Ajaran Pembinaan dan Pengembalaan Pdt Arthur Rumengan MTeol mengungkapkan, konsep kertas suara pemilihan dari Sinode dibagikan ke wilayah. Nantinya akan diperbanyak kemudian diteruskan ke jemaat.

Selanjutnya, jemaat akan memperbanyak sesuai jumlah sidi jemaat yang memilih. “Konsep kertas suara pemilihan berasal dari Sinode dan memiliki logo GMIM. Disalurkan ke 120 wilayah bersama dengan liturgi ibadah pemilihan di kolom, kategorial BIPRA, sekaligus isi khotbah. Untuk satu lembar kertas suara berisi sepuluh kolom,” tambah Rumengan.    

Rumengan menerangkan, sidi jemaat yang memegang kertas suara harus mengisi sesuai yang tertera di dalamnya. Yaitu, mengisi nama jemaat, nama wilayah, jenis pemilihan, dan nama calon. “Di pojok kanan bawah harus ada cap jemaat bersangkutan,” imbuh Rumengan.

Terpisah, Sekretaris BPMJ Sindulang Singkil Wilayah Manado Utara I Pnt Drs Paol Sambalao mengakui, sudah mendapat kertas suara pemilihan dari Sinode sejak pekan lalu. “Panitia pemilihan memperbanyak sesuai jumlah sidi jemaat. Undangan pemilihan sudah diberikan ke setiap anggota jemaat yang akan memilih. Hingga esok (hari ini, red) masih ada pembagian,” ucap Sambalao.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan GMIM Sindulang Singkil Wilayah Manado Utara I Rudy Mabuka mengatakan, undangan kepada sidi jemaat dibagikan sesuai penetapan dalam sidang majelis jemaat. “Kami siap mengawal pemilihan syamas dan penatua, dilanjutkan komisi kategorial BIPRA, BPMJ, serta calon Anggota dan Anggota Pengganti Majelis Sinode utusan Jemaat,” imbuh Mabuka.  

Sebelum pemungutan suara nanti, lanjutnya, panitia akan memeriksa ulang kehadiran pemilih berdasarkan daftar anggota sidi jemaat. “Bakal dibacakan juga ketentuan umum petunjuk pelaksanaan pemilihan, tugas bersama Pelsus, tugas syamas, dan tugas penatua seperti diatur dalam Tata Gereja GMIM 2016,” ujarnya.

Untuk pemungutan suara, harus dihadiri setengah tambah satu anggota sidi jemaat yang berhak memilih. “Usai pemungutan suara, dipastikan calon terpilih telah sesuai ketentuan. Hasilnya disampaikan ke BPMJ melalui BAP,” tandasnya. 

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Bidang Data dan Informasi BPMS GMIM Pdt Janny Rende menekankan, data sensus harus sudah dilengkapi setiap jemaat pada akhir Oktober. Ditolerir hingga sesudah pemilihan Pelsus dan komisi kategorial BIPRA.

“Jika sampai akhir Oktober ada jemaat belum memasukkan data, kinerja ketua jemaat dan wilayah bersangkutan akan dievaluasi,” jelasnya.

Fungsi data sensus, ditambahkan Rende, misalkan Pelsus A terpilih menjadi penatua, operator tinggal mencari namanya dan dipindahkan ke aplikasi. Dari aplikasi tersebut, bisa dikeluarkan surat keputusan. “Dengan begitu, pendataan lebih efisien dan efektif. Karena setelah pemilihan pada 15 Oktober, seminggu kemudian akan diperiksa BAP oleh panitia pemeriksa,” tandasnya.(chyntia/ela/ite)

Kirim Komentar