11 Okt 2017 08:30
FAM Trip Silk Air Indonesia di Singapore

Nikmatnya Dunia Malam Sentosa Island

MyPassion
KESEMPATAN BERHARGA: Wartawan Manado Post di depan Universal Studio Singapore, Selasa (10/10). Tampak juga show Crane Dance. Keduanya merupakan destinasi andalan wisatawan di Sentosa Island.

Wartawan Manado Post dapat kesempatan berharga. Dengan 12 media nasional, kami bisa menjelajahi Kawasan Resort World Sentosa Singapore. Destinasi kelas premium di Asia bahkan dunia.

 

Laporan: Grand Regar, Sentosa Island, Singapore

SENIN pukul 15.00 Wita, bertolak dengan maskapai Silk Air. Nomor penerbangannya MI 273. Dari Bandara Sam Ratulangi menuju Changi Airport Singapore butuh waktu 3 jam 30 menit. Diketahui, kegiatan ini digelar manajemen maskapai ternama Silk Air Indonesia, anak perusahaan Singapore Airlines. Bertajuk Media FAM Trip bersama Silk Air. Pukul 18.30 pesawat tipe Boeing 737-800 ini, bolanya menyentuh landasan bandara.

Turun dari pesawat pemeriksaan Imigrasi sudah menanti. Kira-kira hanya dua menit petugas melakukan pengecekan paspor dan identitas Warga Negara Asing (WNA). Sangat cepat dan tak ribet. Tapi petugasnya jarang senyum. Selesai cek paspor, taksi yang sudah menunggu, membawa kami ke Festive Hotel Resort World Sentosa. Dari Bandara Changi, aksesnya sangat dekat dengan hotel tempat menginap. Hanya butuh waktu 10 menit, tiba di Sentosa Island. Tiba di hotel, lanjut makan malam. Selanjutnya istirahat. Ternyata tak ada perbedaan waktu antara Manado dan Singapore.

Masuk hari kedua. Selasa (10/10), pukul 8.00 rombongan yang datang dari Medan, Bandung, Pekanbaru, Manado, Semarang, Makassar sudah mulai kumpul di lobi hotel. Pukul 9.30 kami mengarah ke Hard Rock Hotel di samping kanan Festive. Di sini kami sarapan. Usai sarapan, jadwal padat sudah menanti. Tour Hotel. Kami ditemani Executive Resort Marketing Resort World Sentosa Anggi Permatasari Murniali. Ternyata orang Indonesia. "Senang bertemu dengan kalian, teman-teman," sapa Anggi -sapaan akrabnya, sembari melemparkan senyuman kepada awak media.

Selanjutnya, perempuan berdarah Sunda ini, langsung mengajak kami jalan-jalan keliling hotel berkelas premium atau berbintang. Lokasinya berada dalam kawasan wisata Pulau Sentosa atau Resorts World Sentosa. Tak sembarangan orang bisa masuk. "Teman-teman sekalian sangat beruntung," candanya.

Pertama yang dikunjungi Hotel Festive (ada 447 kamar, red). Tempat nginap ini adalah salah satu akomodasi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Singapore. Selanjutnya ke hotel high class Crockfords Tower (ada 105 kamar). Kemudian kami beranjak ke hotel berbintang lainnya, yakni Hotel Michael.

Ada banyak jenis kamar yang ditawarkan. Mulai dari Deluxe Room, Deluxe Family King, Deluxe Premium Sweet, Crockfords Villa, hingga tipe terbaik dan terlengkap. Yakni Merlion Suite dan Presidential Suite. Karpetnya pun memiliki ciri khas orang Tionghoa. Coraknya sisik naga yang melingkar di semua depan kamar hotel. "Dipercaya agar tetap hoki," kata Anggi.

Tour hotel berakhir di Hard Rock Hotel Singapore. Hotel ini memiliki 364 kamar. Menariknya, setiap hotel memiliki ciri khas tersendiri soal pewangi ruangannya. Bagi wisatawan yang hobi judi, siapkan taruhan anda. Di kawasan ini juga ada casino. Pukul 12.00 makan siang. Rombongan kembali lunch di Hard Rock Hotel.

Usai makan siang, rombongan berkunjung ke Sea Aquarium. Salah satu akuarium terbesar di dunia. Menampilkan lebih dari 100.000 hewan laut. "Selamat datang. Saya juga orang Indonesia," sambut Rania, perempuan perawakan chinese tapi fasih bahasa Indonesia. Dirinya pun menjadi tour guide kami. Sekira 30 menit rombongan diajak mengelilingi wahana ini.

Selanjutnya, rombongan diajak ke Dolphin Island. Lagi-lagi, kami dapat kesempatan berharga, karena bisa berinteraksi langsung dengan hewan yang dipercaya bisa menyembuhkan penderita autis lewat terapi khusus tersebut.

Pukul 18.00, kembali ke hotel untuk siap-siap makan malam. Kali ini makan bersama di Malaysian Food Street. Lokasi kuliner ini dekat dengan Universal Studio Singapore. Jaraknya kira-kira hanya 30 meter. Sambil makan bisa lihat ikon bola bumi bertuliskan Universal Studio. Di sini spot foto paling digemari wisatawan.

Makan malam usai. Pertunjukan Crane Dance sudah menanti. Sebuah pertunjukan yang rugi bila dilewatkan. Kombinasi teknologi audio visual canggih dan efek cahaya serta air menakjubkan. Mengilustrasikan ritual kekasih pasangan Burung Bangau. Wisatawan seperti terhipnotis dengan kemilau cahaya. Show hanya berlangsung selama 10 menit. Gratis. "Kalau wisatawan terbanyak dari Indonesia. Saat libur sekolah seperti Juni hingga Juli, ramai sekali warga Indonesia di sini," beber Anggi.

Selain itu, kata Anggi, warga Malaysia, Thailand, China, Vietnam dan India juga banyak pada bulan tertentu. Universal Studio Singapore masih menjadi pemikat utama wisatawan yang berkunjung di Resort World Sentosa.

"Oke teman-teman. Tour, kita lanjutkan esok (hari ini, red) di Universal Studio. Pukul 8 pagi kita kembali kumpul di lobi," ujar Anggi sembari mengarahkan rombongan untuk menikmati gemerlap malam di Sentosa Island. Tempat wisata di atas area seluas 49 hektare ini selalu ramai dikunjungi, sepertinya tak pernah tidur. (***)

Kirim Komentar