11 Okt 2017 08:05

KPK Salut Kantor Pelayanan Publik di Tomohon

MyPassion

PERTAMA dan satu-satunya di Sulawesi Utara. Kantor Pelayanan Publik Kota Tomohon yang disebut rumah pelayanan publik ‘Wale Kabasaran’, Selasa (10/10) telah grand opening. Dirangkaikan launching aplikasi pelayanan perijinan dan non perijinan secara elektronik. Kantor yang sebelumnya berfungsi sebagai kantor wali kota Tomohon ini telah direnovasi dan ditata sedemikian rupa. Menjadi bangunan satu atap. Didalamnya banyak instansi dan perangkat daerah menempatinya. Hal ini

 

merupakan salah satu inovasi dan terobosan Pemerintah Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Wali Kota Jimmy Feidie Eman (JFE) SE Ak dan Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan (SAS). Untuk menciptakan suatu pelayanan maksimal kepada masyarakat Kota Tomohon.

Kantor Pelayanan Publik Wale Kabasaran Kota Tomohon akan melayani masyarakat dengan prima dalam satu atap. Baik pelayanan perijinan/non perijinan, kependudukan dan pencatatan sipil, pelayanan PBB PB2, pengaduan, perbaikan, pembayaran, layanan perbankan Bank Sulut-Go, BNI 46, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, pelayanan samsat, PDAM Tomohon, pembayaran rekening listrik, telepon, tiket, pulsa, kepariwisataan, perdagangan/industri, serta fasilitas pendukung ruang command canter, galery ATM, perpustakaan, cafe dan ruang tunggu nyaman. Menarik lagi, 2018 akan dibangun fasilitas ruang terbuka hijau dengan taman bunga, untuk rekreasi dan olahraga, ruang bermain anak, menyusui, klinik, waserda dan lain sebagainya.

Eman didampingi SAS dalam sambutannya mengatakan, hadirnya kantor pelayanan publik tentu memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Tomohon. "Hal ini merupakan salah satu visi misi kami, yakni peningkatan pelayanan publik, cepat, tepat dan berjalan dengan aturan. Disesuaikan UU 23/2014 untuk kesejahteraan umum, guna meningkatkan pelayan publik,” urai wali kota dua periode ini.

Dijelaskannya, proses pelayanan perizinan dan non perizinan akan menggunakan aplikasi cerdas 'Si Cantik' dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Telah dikembangkan sesuai perizinan dan non perizinan dari Kota Tomohon yang dinamakan aplikasi 'Si Tangguh'. “Dalam menunjang pelayanan, kami juga telah menyediakan shuttle bus gratis sebagai alat transportasi untuk masyarakat dalam pengurusan,” paparnya.

"Apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah berkenan hadir dan memberikan arahan untuk dapat mewujudnyatakan pelayan publik yang bebas dari praktek KKN,” sambungnya. "Kami berharap, Kantor Pelayanan Publik ini akan menjadi rumah bagi kita semua. Para pegawai yang terlibat dalam pelayanan untuk terus memberikan pelayanan terbaik, sesuai aturan dan tidak melakukan pungli,” tandasnya.

Tim Monitoring dan Evaluasi KPK RI Aldiansyah Nasution, yang juga Koordinator Supervisi dan Pencegahan KPK RI mengatakan, Kantor Pelayanan Publik di Kota Tomohon merupakan sejarah baru. Apalagi, Tomohon sebagai daerah pertama di Sulut yang sudah memiliki kantor seperti ini.

"Dalam pendampingan kami, Tomohon merupakan satu-satunya kota di Sulut, yang menyelesaikan program pelayanan satu atap. Dibuktikan, wali kota dan jajaran Pemerintah Kota, telah membacakan maklumat sebagai komitmen untuk pelayanan," beber Nasution seraya mengingatkan gratifikasi untuk dapat dihindari dan berhati-hati dalam pelayanan publik ini, sehingga tidak terkena operasi pihak berwajib.

"Selamat kepada wali kota dan wakil wali kota serta jajaran Pemerintah Kota Tomohon yang telah membangun rumah pelayanan publik ini semoga akan menjadikan Kota Tomohon lebih baik lagi,” pintanya.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Kadis PMTPSP Ir Happy Korah mengatakan, kehadiran Kantor Pelayanan Publik di Kota Tomohon adalah ukiran sejarah baru di Sulut. "Pemerintah Kota Tomohon pun harus mendukung secara kualitas dan kuantitas yang kompeten dan keamanan penggunaan aplikasi dan sarana pendukung lainnya sehingga menghasilkan outcome maksimal untuk kemajuan Kota Tomohon dan Sulawesi Utara pada umumnya yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya dan juga semakin jaya untuk Kota Tomohon,” urai Korah.

Ketua Ombudsman Sulawesi Utara Helda Tirajoh mengapresiasi Pemerintah Kota Tomohon karena telah membangun rumah pelayanan publik. Juga membacakan janji pelayanan publik langsung dari wali kota dan wakil wali kota. "Dengan adanya rumah pelayanan publik ini, wali kota telah mencegah mal administrasi yang menyebabkan korupsi. Kami berharap, akan didukung semua jajaran dan menjadi pelayanan publik prima dan bebas dari korupsi,” tandasnya.

Tampak hadir Tommy Murtono dari unsur KPK, Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Miky Wenur, Kajari Tomohon Mohammad Noor SH MH, anggota DPRD Syenie Mandagi, Frets Keles ST, Piet Pungus SPd, unsur perbankan, Sekretaris Kota Ir Harold Lolowang MSc bersama jajaran Pemkot Tomohon, tokoh agama dan masyarakat. (vip)

Kirim Komentar