11 Okt 2017 09:05

Dilapor, Romo Magnis Tak Gentar Lawan Eggi

MyPassion
Romo Magnis

JAKARTA-  Pengacara Eggi Sudjana melaporkan balik orang-orang yang melaporkannya ke polisi. Delapan orang dilaporkan, termasuk budayawan Franz Magnis Suseno atau Romo Magnis.

Eggi diwakili kuasa hukumnya, Arvid Saktyo, melapor ke Bareskrim Polri, Selasa (10/10). Laporan Eggi pun telah diterima dengan nomor laporan LP/103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017.

Arvid Saktyo mengatakan, laporan dibuat karena Eggi merasa dilecehkan nama baiknya. Dia pun menyebut, para pelapor gagal paham dengan perkataan dirinya saat di Mahkamah Konstitusi yang dijadikan bukti oleh para pelapor tersebut.

Adapun para pelapor yang dilaporkan itu yakni, Effendi Hutaen, Pariadi, Suresh Kumar, Yohannes Tobing, Norman Sophan, Hengky Suryawan, dan Romo Magnis.

 “Tidak benar faktanya. Tidak benar juga posisi hukumnya, ya karena apa, orang yang sedang bela hak asasi dan konstitusionalnya kok bisa dilaporkan, klien kami dirugikan,” kata Arvid Saktyo, di Bareskrim Polri di kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Berbeda dengan terlapor lainnya, Romo Magnis sendiri menurut Arvid dilaporkan terkait pernyataannya yang telah menyebut Eggi Sudjana bodoh di salah satu media. Oleh karenanya, pihaknya pun meminta agar Romo ikut diperiksa penyidik kepolisian.

“Ada ucapan di media, katanya Eggi Sudjana bodoh. Kami enggak mengerti kenapa dia bilang begitu. Makanya nanti biar penyidik yang memanggil dan klarifikasi apa alasan romo ini,” kata Arvid.

Arvid juga mengatakan, para pelapor itu telah salah kaprah melaporkan Eggi dengan tuduhan telah melakukan penistaan agama. Apalagi saat melontarkan kalimat yang dianggap menista agama itu, posisi Eggi adalah sebagai pemohon dalam judicial review Perppu Ormas.

Arvid pun melaporkan para pemimpin ormas itu dengan sangkaan telah melanggar tindak pidana pencemaraan nama baik dengan Pasal 30 dan 311 KUHP Juncto Pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Untuk selanjutnya, kasus kami serahkan kepada tim penyidik,” kata Arvid.  (sur)

Terkait hal ini, Franz Magnis-Suseno angkat bicara soal laporan Eggi Sudjana terhadap dirinya. Budayawan itu menyatakan tak akan menarik ucapannya soal Eggi Sudjana yang menjadi pemicu laporan tersebut. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan ucapannya mengenai Eggi Sudjana.

"Saya tidak peduli. Terserah jika Pak Eggi lapor ke polisi. Yang saya katakan sudah jelas dan akan saya pertahankan. Saya anggap (pernyataan saya, red) itu sudah tepat," tegas Romo Magnis saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/10).

Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta ini mengaku tak tahu apa motif lain dari laporan Eggi terhadap dirinya.  "Tetapi kalau maksudnya untuk mengintimidasi, dia tak akan berhasil melakukan itu," ujarnya.

Lanjutnya, dirinya juga tidak memiliki persiapan khusus menyikapi laporan Eggi ke polisi. Dia menyatakan siap mengikuti proses hukum jika laporan itu ditindaklanjuti.

Romo Magnis adalah budayawan yang cukup dikenal publik. Pada 13 Agustus 2015, Romo Magnis mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo.

Penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kontribusi Romo di bidang kebudayaan. Selain dikenal sebagai budayawan, Romo juga merupakan seorang rohaniwan Katolik, cendekiawan, dan aktivis sosial.

Sebagai cendekiawan, Romo telah menghasilkan sejumlah buku dengan beragam tema. Tulisannya juga tersebar di berbagai media massa dan jurnal ilmiah.

Romo juga aktif mendukung kampanye dan gerakan terkait kemanusiaan. Dia lahir di Eckersdorf, Silesia, Polandia, 26 Mei 1936 dan datang ke Indonesia pada 1961. (cnn/vip)

Kirim Komentar