11 Okt 2017 09:26
Pemkot Tinjau Lagi RTRW Akomodir Investor

Banyak IMB Ditolak,

MyPassion

MANADO—Sisa dua bulan, Pemerintah Kota Manado akan terus mengejar sisa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 118.042.511.362, yang belum tertaggih. Data dari Dinas Pengelola Pajak dan Retribusi Kota Manado sampai 30 September PAD Kota Manado dari target Rp 363.796.582.200, realisasinya baru Rp 245.754.030.838 atau 64,55 persen.

 

Wakil Wali (Wawali) Kota Manado Mor Bastiaan mengatakan, penurunan PAD disebabkan dari pendapatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Sebab banyak pemohon yang mengajukan permohonan, tetapi lokasinya di Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak sesuai dengan peruntukkannya, sehingga harus kami tolak karena bertentangan dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Menurut Wawali, sekarang sementara diadakan peninjauan kembali atau direvisi RTRW supaya para investor yang telah mengajukan bangunan dapat diakomodiri kembali. “Tapi kami berupaya supaya bisa mencapai target PAD yang ada karena masih ada sisa waktu. Kalau dinas lain kami optimis bisa dicapai,” sebutnya. “Sebab kalau tidak capai akan dinilai apakah menunjukkan prestasi dalam pekerjaan atau tidak. Kinerja akan dinilai pimpinan,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi A DPRD Hengky Kawalo meminta SKPD yang memiliki sumber PAD harus melakukan inovasi untuk mengejar realisasi PAD.”Kreativitas dan inovasi dari SKPD sangat penting untuk mencapai target. Kami juga meminta SKPD all out untuk melakukan penagihan PAD karena masih ada sisa waktu dua bulan,” harap Kawalo.

Kepala Dinas Pengelola Pajak dan Retribusi Kota Manado Harke Tulenan mengatakan, realisasi triwulan 3 dibandingkan periode yang sama tahun lalu memang turun. “Kalau capaian PAD tahun lalu triwulan tiga sudah mencapai 75 persen. Tapi kami optimis sampai akhir tahun target PAD bisa dicapai. Karena kami sedang memacu penagihan PBB, pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, air tanah, sarang burung walet, BPHTB dan pajak penerangan jalan,” pungkasnya. (ite)

Kirim Komentar