10 Okt 2017 07:37
Pekan Olahraga Provinsi ke-IX di Minahasa

Kembali Digelar Setelah 16 Tahun Vakum

MyPassion
UTAMAKAN SPORTIVITAS: DUA atlet berprestasi Sulut, Hendrik dan Pingkan Mandagi secara bersamaan menyulut api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IX di Stadion Maesa Tondano, kemarin (9/10). Porprov ke-IX ini sendiri bakal berlangsung hingga 19 Oktober mendatang. Foto: Julius Laatung/MP

Dua atlet berprestasi Sulut, Hendrik dan Pingkan Mandagi secara bersamaan menyulut api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IX di Stadion Maesa Tondano. Api ini jadi tanda ajang olahraga bergengsi ini resmi dibuka. Kegiatan ini pun diharapkan jadi pemersatu perbedaan di Bumi Nyiur Melambai.

 

Laporan: Julius Laatung, Tondano Minahasa

SETELAH 16 tahun vakum, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulut akhirnya kembali bergulir. Kabupaten Minahasa dipercayakan sebagai tuan rumah iven olahraga bergengsi ini. Dibuka oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, perhelatan Porprov ke-IX ini akan mempertandingkan 21 cabang olahraga (cabor) dan diikuti sekira 2.500 kontingen dari 15 kabupaten/kota.

Gubrnur berpesan agar iven ini menjadi ajang pemersatu bangsa. “Jadi yang terbaik bukan segalanya, namun lebih dari itu,  semangat dilandasi rasa kekeluargaan ditopang nilai-nilai sportivitas menjadikan momen dua tahun sekali ini makin spesial,” ujarnya.

Iven yang bisa dijadikan batu loncatan guna menjajal ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua ini bakal dihelat hingga 19 Oktober mendatang. “Tak hanya itu, bila berprestasi dan mencatatkan rekor terbaik, bisa saja menjadi rekomendasi bagi para atlet untuk ikut ke ajang Asean Games tahun depan,” sambung Olly.

Acara pembukaan pun berlangsung meriah. Berbagai macam pertunjukan ditampilkan. Sebanyak 1.500 dancer dari siswa SMP dan SMA se-Minahasa melakukan atraksi dalam pembukaan. Api Porprov yang sudah diarak oleh para atlet dari Bukit Kasih Kanonang melintasi Tompaso, Langowan sampai ke Tondano tiba di Stadion Maesa disambut riuh penonton.  Dua atlet berprestasi Sulut, Hendrik dan Pingkan Mandagi secara bersamaan menyulut api Porprov di Stadion Maesa Tondano. Api ini jadi tanda ajang olahraga bergengsi ini resmi dibuka.

Atraksi Barongsai juga menarik minat peserta. Defile seluruh kontingen didampingi masing-masing kepala daerah menambah aura kompetisi makin sengit.

Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI Tono Suratman melalui Bendahara Umum KONI Pusat Laksda Johnny Awuy mengajak seluruh peserta bertanding dengan sungguh-sungguh dan menjadikan momentum ini sebagai tahapan menuju iven berskala lebih besar. “Ada dua agenda olahraga tahun depan ASEAN Games dan PON 2020 di Papua. Selayaknya, Porprov jadi momentum lahirnya bibit-bibit olahragawan berprestasi berskala nasional. Bertanding mengharumkan nama negara. Olahraga jadi pemersatu dan simbol kebanggaan negara. Selamat bertanding dan sukses terus olahraga Indonesia,” imbuhnya.

Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajouw yang juga merupakan Ketua Umum Panitia mengatakan, jadi kebanggaan Minahasa terpilih menjadi tuan rumah ajang yang kembali lagi digelar setelah 16 tahun terhenti. “Keanekaragaman cabor yang dipertandingkan tak bedanya dengan keanekaragaman masyarakat Indonesia. Namun, semuanya bisa terpadu dengan indah. Dengan berlandaskan saling menghormati dan menghargai. Sportivitas tetap dijunjung tinggi. Olahraga jadi media pemersatu. Boleh beda warna tapi tujuan tetap sama. Demi kemajuan olahraga Sulut,” ungkapnya.

Bersamaan dengan upacara pembukaan, telah dilangsungkan juga pertandingan pembuka. Masing-masing di cabor kempo, bola voli dan futsal.  

Hadir pula dalam kegiatan ini, Panglima Kodam XIII Merdeka Mayjen Ganip Warsito, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, bupati dan wali kota se-Sulut, Forkopimda Minahasa, Pengurus KONI Sulut dan kabupaten/ kota. (*)

Kirim Komentar