10 Okt 2017 09:01
2017, Diserahkan Lima Juta

Gadai Sertifikat untuk Kredit Produktif

MyPassion
Ilustrasi

SEMARANG – Di antara 126 juta bidang tanah di Indonesia, ternyata baru 46 juta bidang yang bersertifikat. Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya mempercepat sertifikasi tanah. Jokowi menargetkan, tahun ini ada penyerahan lima juta sertifikat. Lalu, tujuh juta sertifikat tahun depan dan sembilan juta sertifikat pada 2019.

 

”Di Jateng tahun ini 600 ribu sertifikat; tahun depan 1,2 juta sertifikat harus diserahkan,” beber Jokowi dalam penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, kemarin (9/10).

Bagi Jokowi, penyerahan sertifikat tanah merupakan prioritas. Setiap dia berkunjung ke daerah, selalu ada warga yang mengeluhkan status lahan yang ditempati. ”Isinya soal sengketa tanah. Entah dengan tetangga, perbankan, hingga pemerintah. Itu karena tidak punya sertifikat,” terangnya.

Jika warga sudah punya sertifikat, kasus sengketa lahan bisa ditekan. Sebab, sertifikat merupakan bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki. Tidak akan ada pihak lain yang berani mengklaim karena data di sertifikat tanah sudah lengkap. Mulai nama pemilik, alamat, hingga besaran lahan. Karena itu, Jokowi berpesan sertifikat tanah harus disimpan baik-baik. Untuk berjaga-jaga, sertifikat bisa difotokopi. Jika yang asli hilang, sertifikat masih bisa diurus ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan fotokopi tersebut.

Jokowi pun menyindir kebiasaan masyarakat yang suka menggadaikan sertifikat tanah demi mendapatkan dana segar. ”Tidak apa-apa dijadikan jaminan atau agunan. Tapi, dikalkulasi dulu, kira-kira bisa bayar angsuran apa nggak,” tutur dia. Uang pinjaman dari sertifikat tanah sebaiknya dimanfaatkan sebagai kredit produktif. Misalnya modal untuk membuka atau melebarkan usaha. ”Kalau buat beli mobil, saya jamin sertifikatnya bakal hilang,” tegasnya.

Pembagian sertifikat tanah itu merupakan satu di antara tiga agenda kunjungan kerja Jokowi ke Semarang. Pagi harinya, mantan wali kota Solo itu bertandang ke Akpol untuk memimpin apel Kasatwil Polri. Pada kesempatan tersebut, dia minta kepada seluruh jajaran kepolisian untuk mengendalikan situasi politik menjelang pilkada 2018. Jika menengok pengalaman di berbagai daerah, situasi politik biasanya memanas setiap penyelenggaraan pilkada. ”Tugas kita mengendalikan agar situasi-situasi tidak panas. Naik boleh, tapi sedikit. Hangat boleh, tapi tidak boleh panas,” ucapnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, apel Kasatwil Polri itu digelar untuk membahas mekanisme pengamanan pilkada serentak 2018. Tahun depan bakal ada 171 daerah yang menggelar pilkada di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota. ”Meski pilkada serentak dilaksanakan pada Juni 2018, perlu pengamanan sejak dini,” tegas dia. (jpg/vip)

Komentar
  • MyPassion

    leonardo dora
    13 Okt 2017 09:54

    "Halo semuanya LEONARDO DORA Perusahaan pinjaman kembali ke sini dan saat ini memberikan pinjaman untuk liburan Natal mereka dan segala jenis acara di bulan Desember ini dan pinjaman untuk memulai tahun baru. Butuh pinjaman mendesak untuk melunasi hutang Anda atau memerlukan pinjaman ekuitas rumah untuk memperbaiki bisnis Anda? Sudahkah anda ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Butuh konsolidasi atau pinjaman hipotek? Kami berada di sini untuk memberikan semua kesulitan finansial Anda untuk meminjam uang kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau memerlukan uang untuk membayar tagihan dan berinvestasi pada bisnis dengan tingkat bunga rendah 2%. Pinjaman kami berkisar antara $ 5.000 sampai $ 50, 000,000.00 dolar juga membayar euro. peso dan mata uang lain pilihan Anda. Hubungi kami hari ini melalui email; (LEONARDODORAFINANCE@GMAIL.COM) untuk mendaftar.
Kirim Komentar